Siapa Bilang Orang Desa Tak Terdampak Dolar, Ini Salah Satunya (Melihat Dari Dekat Pusat Kerupuk Rambak)
Wartawan R2B, Musyafa Musa berbincang dengan salah satu pembuat kerupuk di Dusun Sumurboto Desa Jukung, Kecamatan Bulu, Taslim.
Wartawan R2B, Musyafa Musa berbincang dengan salah satu pembuat kerupuk di Dusun Sumurboto Desa Jukung, Kecamatan Bulu, Taslim.

Bulu – Siapa sangka puluhan kepala keluarga di Dusun Sumurboto, Desa Jukung Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, ternyata memiliki pekerjaan membuat kerupuk rambak.

Meski daerah tersebut lebih dikenal dengan sektor pertanian dan penghasil buah-buahan, karena tanahnya yang subur.

Taslim, salah satu warga Dusun Sumurboto Desa Jukung, mengatakan total ada sekira 40 an kepala keluarga di kampungnya, menekuni pembuatan kerupuk rambak.

Tiap seminggu sekali, kerupuk rambak yang sudah dikemas, akan diambil oleh bos besar dari Bandung, Jawa Barat. Rata-rata dari Dusun Sumurboto, ada 1.500 pack setiap Minggu.

“Setiap pack, kemasan berat 5 Kg. Saya sendiri kan cuman buruh buat saja, dimodali. Kalau sudah jadi 50 pack misalnya, saya telefon, siap diambil gitu. Seminggu, kalau dijumlah, paling nggak warga sini bisa setor sampai 1.500 pack. Selama cuaca panas, insyaallah lancar,” terangnya.

Taslim menambahkan pekerjaan membuat kerupuk rambak ini sudah berlangsung sekira 3 tahun terakhir.

Semula 5 rumah, kemudian semakin meluas hingga 40 an rumah. Menurutnya, sektor ini terbukti mampu membantu perekonomian masyarakat setempat.

“Dulu, pusatnya di Jepon, Blora. Mungkin sana nggak beroperasi, terus pindah ke sini. Kan awalnya kita diajari dulu beberapa orang, dikasih contoh, diajari bisa. Setelah itu, gethok tular semakin bertambah. Jualnya langsung ke Bandung, bukan untuk pasar sekitar sini. Alhamdulilah lancar, untuk bantu ekonomi keluarga,” imbuh Taslim.

Ia membenarkan semenjak nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar AS, berdampak pada harga bahan baku tepung pati.

Jika semula Rp 205 Ribu, sekarang sudah melonjak menjadi Rp 270 Ribu per sak.

“Ini kan bahan baku kerupuk, campuran antara tepung pati dan tepung terigu, ukuran 1 banding 1. Tepung pati naik lumayan, kalau terigu sementara ini masih tetap, kira-kira Rp 175 Ribu per sak isi 25 Kg. Semoga nggak ikut naik mas. Saat tepung pati mahal, ya kadarnya dikurangi dikit, biar sama-sama jalan lah,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.