
Pancur – Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur menjadi salah satu kampung penghasil buah kedondong terbanyak di Kabupaten Rembang.
Dari desa itu pula, hasil panenan kedondong dikirim ke wilayah Lasem, untuk diolah menjadi produk manisan. Setelah itu, beredar luas ke berbagai pasar di Indonesia.
Saryanto, salah satu petani di Desa Trenggulunan, Kecamatan Pancur, mengatakan panen buah kedondong tahun 2026 ini, relatif sangat berlimpah.
“Panen kedondong biasanya berlangsung antara bulan April sampai Agustus. Hasil tahun ini bagus, banyak,” ungkapnya.
Saryanto menimpali harga rata-rata pada kisaran Rp 3 ribu per Kg. Namun sangat memungkinkan naik turun, tergantung kondisi pasar.
“Kalau pasarnya bagus, ya lancar. Kalau pasar lagi turun, ya kedondong ikut turun harganya. Semua tergantung kondisi pasar mas,” imbuh Saryanto.
Sementara itu, Kepala Desa Trenggulunan, Bambang Siswanto membenarkan banyak warganya yang menanam kedondong di lahan perkebunan mereka, selain buah naga.
Pohon kedondong tidak hanya mudah perawatannya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang bisa diandalkan.
“Jadi ketika masuk Desa Trenggulunan, sepanjang jalan bisa langsung melihat deretan tanaman kedondong. Masuk-masuk kebun, hampir pasti ada kedondong. Aman hama, jualnya juga mudah, rutin setiap tahun,” terangnya. (Musyafa Musa).

