
Rembang – Meski Sekolah Rakyat gratis dan banyak fasilitas, ternyata tidak mudah membujuk calon siswa agar mau masuk ke Sekolah Rakyat, yang berlokasi di jalan Rembang – Blora, Desa Kaliombo Kecamatan Sulang.
Sejumlah petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) saat kami wawancara mengaku menghadapi kendala di lapangan.
“Jujur, kami pendamping masih kesulitan mencari calon siswa mas,” ungkap salah satu pendamping PKH yang kami rahasiakan identitasnya.
Ia menambahkan tiap pendamping PKH sudah dibekali data, mana saja calon siswa dari keluarga tidak mampu Desil 1 dan Desil 2, yang berhak masuk Sekolah Rakyat.
Namun masih sering menjumpai rendahnya minat masuk Sekolah Rakyat. Ia menduga minim sosialisasi, sehingga berdampak pada kurangnya minat.
“Mereka tidak mudah dibujuk, mungkin terlalu pendeknya waktu sosialisasi, sehingga minim pengetahuan tentang Sekolah Rakyat. Padahal sudah kita jelaskan bahwa fasilitas Sekolah Rakyat di atas sekolah reguler. Apalagi ini program unggulan Presiden,” imbuhnya.
Sekolah Rakyat membuka jenjang pendidikan SD – SMA. Di sisi lain, sekolah-sekolah negeri selama ini juga sudah menggratiskan biaya, sehingga umumnya calon siswa memilih bertahan di kampung halaman, supaya tetap dekat dengan rumah dan orang tua.
“Apalagi yang jenjang SD, anak masih kecil. Seandainya Sekolah Rakyat sebagai kampus untuk kuliah gratis, mungkin akan beda ceritanya. Saya yakin, akan banyak peminat,” ujar seorang warga di Rembang, Hamid.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang, Nurdin Fahrudi mengaku belum mengetahui kendala tersebut.
Namun calon siswa yang mendaftar, sebagian kuota sudah terpenuhi. Untuk data pastinya, ia belum bisa memperinci, karena akan dilaporkan dulu kepada pimpinan.
“Menurut saya, itu tantangan tersendiri, karena memang ini program baru dan masyarakat (orang tua) bisa jadi punya pertimbangan. Untuk berapa yang sudah daftar, ditailnya kami laporkan dulu (ke Pemkab) nggeh. Alhamdulilah cukup positif. Kuota (sebagian) sudah terpenuhi,” kata Nurdin, Selasa (02 Juni 2026).
Nurdin menambahkan meski pengumuman awal, pendaftaran Sekolah Rakyat ditutup tanggal 30 Mei 2026, namun calon siswa dari keluarga Desil 1 dan 2, tetap boleh mendaftarkan diri setelah tanggal tersebut.
“Masih (dibuka), monggo,” tandasnya.
Jika mengacu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat 51.242 anak jenjang SD – SMA dari keluarga Desil 1-2, yang berpotensi bisa masuk ke Sekolah Rakyat.
Sedangkan kuota siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang sebanyak 270 anak. (Musyafa Musa).

