
Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menetapkan minimal ada 2 orang sarjana, dalam program beasiswa kuliah gratis, dari 11 desa yang menjadi skala prioritas tahun 2026 ini.
Wakil Bupati, Moch. Hanies Cholil Barro’ sekaligus Pelaksana Harian Bupati Rembang mengatakan pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran. Tapi untuk sementara ini diploting 2 sarjana di setiap desa skala prioritas.
“Nanti kalau anggaran memungkinkan bisa lebih dari 3 orang per desa itu, akan kami informasikan lagi. Tapi yang jelas, 2 sarjana di setiap desa yang menjadi skala prioritas. Apabila di satu desa itu peminatnya katakanlah 5 orang, maka akan kita seleksi, diambil 2,” terangnya.
Moch. Hanies menambahkan kriteria penerima program beasiswa kuliah gratis ini, berdasarkan prestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu (antara Desil 1-5).
Prestasi dilihat dari nilai raport, hasil ujian akhir dan prestasi non akademik.
“Monggo bapak-ibu di Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga bisa langsung gerak mencari,” kata Hanies.
Khusus bagi lulusan SMA sederajat yang sudah hafal Alqur’an, dari keluarga tidak mampu, akan mendapatkan keistimewaan kuliah gratis, bebas kuliah di mana saja sesuai pilihan.
“Ini saya harapkan banget, kalau ada yang hafal Alqur’an, langsung kita kasih jalur khusus. Mau kuliah di mana saja, monggo,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemkab Rembang menetapkan 11 desa skala prioritas yang warganya akan menjadi sasaran kuliah gratis, hingga meraih gelar sarjana.
Ke-11 desa itu meliputi Desa Pakis Kecamatan Sale, Desa Logung Kecamatan Sumber, Desa Kajar Kecamatan Gunem, Desa Banyuurip Kecamatan Pancur, Desa Baturno Kecamatan Sarang, Desa Blimbing Kecamatan Sluke, Desa Ngasinan Kecamatan Kragan, Desa Bogorejo Kecamatan Sumber, Desa Gilis Kecamatan Sarang, Desa Criwik Kecamatan Pancur dan Desa Ngargomulyo Kecamatan Lasem.
11 desa ini dipilih, berdasarkan data dari Dinas Sosial, di setiap desanya, rata-rata baru memiliki 10 sarjana, sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih.
Pada tahun 2025 kemarin, Pemkab Rembang juga menguliahkan gratis 68 lulusan SMA sederajat, siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. (Musyafa Musa).

