
Kaliori – Ada yang menarik dari kisah pernikahan Vicky Rio Wimbi Utomo dengan Feronika Parastuti, di Dusun Cendono, Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.
Vicky Rio, mempelai pengantin pria dari Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati itu, memberikan mahar dua bibit pohon mangga kepada pengantin perempuan, yang tinggal di Dusun Cendono Desa Sambiyan.
Vicky Rio mengatakan selain wujud cinta kelestarian lingkungan, pohon tersebut sebagai simbol komitmen untuk merawat kehidupan bersama.
“Pohon mangga adalah do’a yang saya tanam dalam-dalam di tanah kehidupan, agar cinta kami tumbuh seperti akarnya, menguat dan menjulang seperti batangnya. Ibaratnya, pohon ini mewakili fase kehidupan dari awal pernikahan kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson menjelaskan mahar bibit tanaman di tengah pernikahan Vicky dan Feronika, selaras dengan program Eko Teologi, yakni upaya melestarikan lingkungan berdasarkan ajaran agama.
“Kebetulan Kementerian Agama sedang getol-getolnya menggalakkan program eko teologi, jadi kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan mempelai pengantin di Kecamatan Kaliori tersebut,” ungkapnya.
Mukson berharap hal itu bisa menginspirasi calon mempelai pengantin lainnya, untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang sejuk, rindang dan asri.
“Semoga dari akad yang suci ini bisa membawa dampak positif, demi ikhtiar kita melestarikan lingkungan,” imbuhnya.
Mukson juga berpesan agar komitmen merawat ikatan pernikahan dan merawat tanaman, selalu dapat dijaga.
“Tentu sungguh-sungguh merawat pohon sebagaimana merawat ikatan perkawinan. Kalau dua-duanya dirawat dengan baik, maka akan sangat bermanfaat, baik untuk keluarga sendiri, lingkungan, masyarakat dan bumi yang lebih baik kedepan,” pungkas Mukson. (Musyafa Musa).

