
Lasem – Warga Tionghoa di Kota Lasem menyambut tahun baru Imlek dengan penuh suka cita. Mereka menyiapkan aneka sesajian dan menggelar sembayang di klenteng.
Senin pagi (16 Februari 2026), penjaga klenteng Gie Yong Bio di Desa Bagan, Kecamatan Lasem, Lin sudah sibuk menata sesajian untuk para leluhur.
Lin menyebutkan mulai buah-buahan, seperti buah naga, pir, rambutan, pisang, jeruk maupun beragam jajanan.
Kemudian lauk pauk seperti ayam, ikan bandeng dan daging babi, lengkap pula dengan minuman teh dan arak.
Menurut Lin, menjelang tahun baru Imlek, sesajian tersebut jauh lebih lengkap, dibandingkan hari-hari biasa.
“Sesajian lengkap ini sudah disiapkan dari pagi, soalnya jam 10.30 an, akan ada sembayang di sini,” tutur Lin.
Seorang warga Tionghoa di Lasem, Oen Liang menjelaskan perayaan Imlek ditandai dengan sembayang di 3 lokasi klenteng secara bergantian.
Pertama mulai dari klenteng Po An Bio di Desa Karangturi, kemudian bergeser menuju klenteng Gie Yong Bio Desa Bagan dan terakhir sembayang di klenteng Cu An Kiong Desa Soditan.
“Cu An Kiong menjadi pusatnya, soalnya 3 pengurus klenteng bergabung jadi satu di sana,” ungkapnya.
Oen Liang yang memiliki nama Indonesia Oenardi ini menambahkan meski perayaan tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun warga Tionghoa menjadikan momentum Imlek untuk sarana saling bertemu dan makan bersama.
“Senin malam (16/02) makan-makan di klenteng Cu An Kiong Soditan, para pejabat Pemkab Rembang diundang. Monggo kalau mau hadir,” imbuh Oenardi.
Lasem merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang. Daerah ini menarik, karena sejak ratusan tahun lalu, antara penduduk pribumi dan warga Tionghoa hidup rukun berdampingan.
Mereka berbaur dalam kawasan perkampungan, tanpa memandang latar belakang ras maupun agama. Semangat kerukunan itu, masih terjaga sampai saat ini. (Musyafa Musa).

