Wisatawan Malaysia Disuguhi Dumbeg, Saat Kunjungi Klenteng Gie Yong Bio Lasem
Wisatawan dari Malaysia, Nurasikin Yusni, saat berkunjung ke klenteng Gie Yong Bio, Senin (16/02). Ia menikmati dumbeg, makanan khas Kabupaten Rembang.
Wisatawan dari Malaysia, Nurasikin Yusni, saat berkunjung ke klenteng Gie Yong Bio, Senin (16/02). Ia menikmati dumbeg, makanan khas Kabupaten Rembang.

Lasem – Di tengah situasi perayaan Imlek, seorang wisatawan mancanegara datang dari Malaysia menikmati suasana Lasem dan berkunjung ke Klenteng Gie Yong Bio Desa Bagan Kecamatan Lasem, Senin siang (16 Februari 2026).

Nurasikin Yusni namanya. Wanita berusia 34 tahun asal Kuala Lumpur Malaysia ini mengaku tertarik dengan Lasem, karena kekuatan perpaduan budaya Jawa dan China.

“Kota Lasem unik. Saya tahu dari membaca dan cerita orang. Kota Lasem juga terkenal dengan batik dan saya suka batik Lasem, dengan corak yang meriah,” ungkapnya.

Nurasikin menceritakan perjalanannya dari Malaysia ke Jakarta, kemudian dari Jakarta naik kereta api menuju Semarang. Setelah itu, dijemput tour guide, melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil ke Lasem.

Ia berharap suatu saat nanti, transportasi dari Malaysia ke Lasem bisa lebih mudah, supaya wisatawan mancanegara semakin ramai.

“Dari Semarang ke Lasem 4 jam, semoga jalan lancar. Sekarang sudah ada direct flight (penerbangan langsung) dari Kuala Lumpur ke Semarang. Dari Semarang, boleh langsung ke Rembang dan Lasem,” imbuh Nurasikin.

Selain masalah transportasi, Nurasikin juga menyarankan untuk menambah paket wisata walking tour, sehingga wisatawan dapat lebih dekat merasakan suasana Lasem.

“Di Semarang, Surabaya dan Jakarta kan sudah ada walking tour, bisa ditiru di Lasem, half day atau setengah hari, walking tour berjalan-jalan atau sewa sepeda untuk keliling-keliling kota, karena Lasem ini lumayan luas,” bebernya.

Saat berada di klenteng Gie Yong Bio, Nurasikin tidak hanya mengitari lokasi, sambil mendapatkan penjelasan dari tour guide, namun ia juga sempat disuguhi dumbeg, makanan khas Rembang, oleh penjaga klenteng.

Begitu mencicipi, langsung menyebut enak.

“Enak, enak,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.