Siapa Yang Menanggung Biaya Perawatan Bayi, Pihak RSUD Rembang Beberkan Perkembangan Terkini
Bayi masih menjalani perawatan di RSUD Rembang, Jum’at (21/11).
Bayi masih menjalani perawatan di RSUD Rembang, Jum’at (21/11).

Rembang – Bayi laki-laki yang dibuang di Pantai Desa Pandean dan akhirnya diselamatkan ke RSUD Rembang, saat ini tidak ada satu pun dari pihak keluarga yang menunggui bayi tersebut.

Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Samsul Anwar mengatakan kakek dari bayi ini sempat datang menjenguk sebentar.

Setelah itu, pergi meninggalkan rumah sakit, sehingga praktis penanganan dan perawatan sehari-hari, menggantungkan petugas medis rumah sakit.

Begitu pula ibunya, setelah pulih mendapatkan perawatan di rumah sakit, langsung diamankan polisi dan belum sampai bertemu langsung dengan bayinya.

“Yang nungguin dari keluarga nggak ada, susu masih full dari kami. Mbah nya yang sempat datang ke sini, melihat bayi. Kalau yang pengin ngadopsi, kalau itu sudah lihat semua. Secara umum, kondisi bayi sehat dan sudah bisa pulang sebenarnya,” ujarnya.

Total 10 warga yang telah mendaftarkan diri ingin mengadopsi bayi, berasal dari berbagai daerah. Termasuk ada pula dari pegawai rumah sakit sendiri.

“Dari Juwana ada, dari Sulang, Bulu juga ada, pegawai sini ada yang minat. Motivasinya macam-macam, karena belum punya anak, kemudian sudah punya anak perempuan, pengin anak laki-laki. Ada yang motifnya karena merasa kasihan, setelah lihat di Medsos, datang ke sini,” imbuh dr. Samsul Anwar.

Namun pihak rumah sakit belum bisa menentukan, siapa yang berhak mengadopsi bayi. Alasannya, ibu bayi yang ditahan di Polres Rembang belum memberikan kepastian informasi, apakah keluarganya siap merawat atau boleh diadopsi pihak lain.

“Hal ini sudah kami koordinasikan dengan kepolisian, untuk menanyakan ibunya, bagaimana. Belum ada jawaban, per hari Jumat 21 November 2025,” bebernya.

Kalau nantinya ada kerabat dari ibu bayi ingin mengadopsi, maka secara otomatis merekalah yang lebih berhak, dibandingkan warga yang tidak punya hubungan kekeluargaan.

“Kemarin Dinas Sosial sudah menjelaskan, yang diprioritaskan, misal ada hubungan keluarga, atau tetangga, agama sama. Di luar itu, urut-urutannya ada, jadi nggak sembarangan dan prosesnya juga panjang,” kata dokter yang akrab disapa Awang ini.

Menurutnya, sudah hampir seminggu bayi menjalani perawatan di RSUD Rembang. Soal biaya, sementara ini yang siap bertanggung jawab secara tertulis adalah kakeknya.

Namun, dari warga yang ingin mengadopsi, semua juga siap menanggung biaya perawatan selama di rumah sakit.

“Misal jika tidak ada, kami dari rumah sakit, Pemkab Rembang dalam hal ini tetap siap, demi memastikan nyawa bayi selamat, dalam kondisi sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Menurut dokter asal Desa Pamotan tersebut, nasib bayi yang belum memiliki nama ini tergolong langka.

Selama bertugas di Puskesmas, ia pernah menangani beberapa kejadian pembuangan bayi, semuanya meninggal dunia.

“Yang ini keajaiban luar biasa. Dibuang ke laut, ombak sedang pasang. Kondisi kedinginan, masih kena pancing punggungnya, beruntung segera dibawa pemancing ikan ke rumah sakit, sehingga cepat tertolong. Terlambat sedikit saja, ceritanya bisa lain,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.