Wabup Rembang Ingatkan Selebaran Untuk Diisi Orang Tua, Cek Kesehatan Gratis (CKG) Siswa
Wakil Bupati Rembang, Mochaad Hanies Cholil Barro’ memantau kegiatan CKG di SD N 1 Pamotan, Senin (04/08).
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ memantau kegiatan CKG di SD N 1 Pamotan, Senin (04/08).

Rembang –  Sebanyak 121.454 siswa berusia 7-17 tahun di Kabupaten Rembang menjadi sasaran cek kesehatan gratis (CKG).

Mereka tersebar di 615 sekolah, madrasah serta 7 pondok pesantren.

Kegiatan ini diawali dari SD N 1 Pamotan dan dilaunching oleh Wakil Bupati Rembang, Moch. Hanies Cholil Barro’, hari Senin (04 Agustus 2025).

Gus Hanies menyebut program cek kesehatan gratis sudah menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, berbagai pihak yang terlibat bekerja sama, supaya anak-anak terlayani dengan baik.

Mulai dari pemeriksaan kesehatan mata, telinga, status gizi, tekanan darah, deteksi dini diabetes melitus, anemia, hingga kebugaran.

“Memerlukan kerja sama lintas sektor, khususnya antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Masalah kesehatan ini bukan urusannya Dinkes, Puskesmas, rumah sakit saja, tapi semua punya andil dan tanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak sekolah atau siswa-siswi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar tenaga kesehatan dan lembaga pendidikan menjalin komunikasi dengan orang tua siswa/wali murid, terkait pengisian kuisioner/selebaran. Kuisioner tersebut mencakup riwayat kesehatan keluarga, termasuk kondisi kejiwaan.

“Kemudian masih ada masyarakat yang enggan dicek kesehatannya karena takut ketahuan terindikasi penyakit tertentu. Saya kira ini kendala yang mesti cepat diselesaikan, mesti menyampaikan sosialisasi ke masyarakat, untuk jangan takut terindikasi, karena kita punya obat atau solusinya,” kata Gus Hanies.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i, menyampaikan cek kesehatan gratis bertujuan untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini, termasuk kondisi pra-penyakit, serta mencegah munculnya penyakit yang lebih serius.

“Kalau ditemukan kondisi pra-penyakit, bisa dilakukan intervensi dan pemantauan agar tidak berkembang jadi penyakit. Dan kalaupun sudah ada penyakit, bisa diketahui sejak dini, ditangani lebih cepat, dan dicegah agar tidak menimbulkan kecacatan atau kematian,” jelasnya.

Ali menargetkan pemeriksaan kesehatan siswa akan selesai sampai akhir tahun 2025. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.