
Rembang – Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang mencatat 20 sekolah dasar mengalami kekurangan murid.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang, Kapti Prasetyo Aji menjelaskan idealnya setiap kelas atau rombongan belajar, maksimal 28 anak.
“Prinsipnya kalau kurang dari angka itu, tetap harus mendapatkankan pelayanan,” tandasnya.
Kapti membeberkan data sekolah-sekolah yang mendapatkan murid sedikit pada tahun ajaran baru 2025/2026.
- SD N Korowelang Kecamatan Sulang = 9 anak
- SD N 3 Gunem Kecamatan Gunem = 7 anak
- SD N Tuyuhan Kecamatan Pancur = 11 anak
- SD N 2 Pandan Kecamatan Pancur = 11 anak
- SD N Pohlandak Kecamatan Pancur = 11 anak
- SD N Tanjungsari Kecamatan Kragan = 7 anak
- SD N Wiroto Kecamatan Kaliori = 8 anak
- SD N 3 Sendangcoyo Kecamatan Lasem = 0 anak
- SD N 1 Sendangcoyo Kecamatan Lasem = 5 anak
- SD IT Tahfidz Kecamatan Lasem = 5 anak
- SD N Gegunung Kulon Kecamatan Rembang = 9 anak
- SD N Pinggan Kecamatan Bulu = 8 anak
- SD N 2 Mrayun Kecamatan Sale = 7 anak
- SD N 2 Bancang Kecamatan Sale = 7 anak
- SD N Bamban Kecamatan Pamotan = 9 anak
- SD N Rakitan Kecamatan Sluke = 8 anak
- SD N 2 Labuhan Kecamatan Sluke = 8 anak
- SD N 2 Kedungasem Kecamatan Sumber = 6 anak
- SD IT Pelang Kecamatan Sarang = 3 anak
- SD N 2 Sidomulyo Kecamatan Sedan = 6 anak
Kapti menambahkan belum ada rencana penggabungan SD negeri yang muridnya sedikit, karena untuk regrouping sekolah perlu kajian mendalam.
“Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Mulai dari jarak, kondisi geografis, pengalihan guru dan hal-hal lain. Sejauh ini belum ada rencana,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

