Kelas 1 Dan 2 Kosong Tanpa Murid, SD N 3 Sendangcoyo Lasem Berharap Kepedulian Masyarakat
Siswi SD N 3 Sendangcoyo Lasem pulang sekolah. (foto atas) Guru menunjukkan ruang kelas kosong tanpa murid.
Siswi SD N 3 Sendangcoyo Lasem pulang sekolah. (foto atas) Guru menunjukkan ruang kelas kosong tanpa murid.

Lasem – SD N 3 Sendangcoyo Kecamatan Lasem menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Rembang yang sama sekali tidak mendapatkan murid pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Sekolah ini berada di puncak perbukitan Gunung Lasem, tepatnya perbatasan antara Dusun Kolilo dengan Dusun Kebon Desa Sendangcoyo.

Seorang guru di SD N 3 Sendangcoyo, Jatmi mengatakan sudah dua tahun terakhir sekolahnya tidak memperoleh murid baru, sehingga kelas 1 dan kelas 2 kosong. Sedangkan kelas III ada 8 anak, kelas IV terisi 7, kelas V ada 1 anak dan kelas VI sebanyak 7 anak.

“Tanda-tanda murid kurang, sudah terdeteksi sejak lama. Dari dulu memang sering begitu, karena anak-anak yang sekolah ke sini hanya dari dua dusun Kolilo dan Kebon. Total mencapai 50 lebih, nggak sampai,” tuturnya, selasa (22 Juli 2025).

Jatmi menimpali murid sedikit pasti ada plus minusnya. Sisi positif, proses pembelajaran lebih fokus dan efektif. Untuk sisi negatifnya, bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah juga sedikit.

“Mungkin tahun ini hanya kisaran Rp 20 Jutaan. Meski demikian kita tetap semangat mengajar, semoga kedepan akan lebih baik,” tandas Jatmi.

Guru lainnya, Khulusunniah memastikan pihaknya memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anaknya ke SD N 3 Sendangcoyo.

“Semoga pemerintah desa setempat juga lebih peduli pada kelangsungan kami,” ungkapnya.

Ia berharap sekolah jangan sampai ditutup dan digabung ke SD lain, karena jaraknya cukup jauh. Apalagi orang tua murid sering bekerja ke lahan tegalan dan tidak punya banyak waktu untuk antar jemput anak.

“Jika digabung ke SD N Sendangcoyo 1, jaraknya lumayan jauh. Kasihan anak-anak, pasti mereka akan kecapekan kalau jalan kaki,” imbuh guru yang akrab disapa Nia ini.

Soal Regrouping

Hal senada diungkapkan salah satu keluarga murid, Sofiatus Salma. Menurutnya, SD N 3 Sendangcoyo paling dekat dengan Dusun Kolilo, sehingga ia memohon tetap dipertahankan.

Apalagi jika cuaca buruk dan medan terjal Desa Sendangcoyo, dirinya tidak bisa membayangkan anak-anak harus bersekolah ke lokasi lain.

“Orang tua pengin ke SD N 3 Sendangcoyo saja, soalnya bisa disambi dengan pekerjaan lain,” terangnya.

Seorang siswa, Farid Akbar Ardiansyah mengaku sendirian belajar di kelas V. Baginya tidak masalah.

“Justru malah lebih tenang dan nyaman. Bisa fokus,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang, Kapti Prasetyo Aji menanggapi di jenjang SD, jumlah murid maksimal 28 anak setiap kelas atau rombongan belajar.

Ketika ada sekolah-sekolah dengan jumlah murid sedikit, harus tetap dilayani. Soal kemungkinan regrouping atau penggabungan dengan sekolah lain, sejauh ini belum ada wacana, karena menyangkut banyak faktor yang harus dikaji lebih lanjut.

“Kita fokuskan dulu pada pelayanan. Untuk regoruping, belum kalau soal itu, perlu pembahasan mendalam soalnya,” kata Kapti. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan