
Sulang – Sekolah Rakyat dianggap sebagai program yang bagus, namun sangat ambisius.
Seorang pemerhati dunia pendidikan di Kabupaten Rembang, Maimun Abdul Hanan berpendapat Sekolah Rakyat bertujuan untuk menjamin pendidikan berkualitas bagi semua kalangan, termasuk dari anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrim.
“Ini gagasan yang dihidupkan kembali pasca reformasi 1998,” tuturnya.
Menurutnya ambisius, karena Sekolah Rakyat memakai kurikulum yang biasa dipakai oleh sekolah unggulan.
“Kombinasi standar nasional dan standar internasional,” kata Maimun.
Selain itu, penekanan terhadap pendidikan karakter anak, menerapkan sistem boarding school (asrama) layaknya pondok pesantren, kemudian semua biaya pendidikan digratiskan dan Sekolah Rakyat memberikan pendampingan pasca kelulusan, guna memastikan para alumninya mendapatkan akses lebih baik ke dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.
“Banyaknya kelebihan-kelebihan ini, saya menilai bahwa program yang sangat ambisius,” imbuhnya.
Siswa & Guru Mundur
Karena sangat ambisus, Maimun khawatir ketika terjadi perubahan dalam penerapannya, maka akan rentan mengalami kegagalan dari tujuan yang telah dicanangkan pemerintah.
“Ketika terjadi distorsi (perubahan) dalam implementasinya, ia rentan gagal,” ujarnya.
Sejumlah contoh yang terjadi belakangan ini, guru Sekolah Rakyat memilih mundur, kebanyakan karena lokasi penempatan yang terlalu jauh dengan posisi rumah.
Begitu pula murid Sekolah Rakyat, ada yang mundur dan beralih memilih sekolah reguler, karena tidak terbiasa dengan sistem asrama yang ketat.
“Hal-hal seperti ini perlu dicarikan solusi yang tepat, sehingga tidak berdampak semakin luas. Padahal kalau ditelisik lagi, Sekolah Rakyat ini memiliki maksud dan tujuan yang keren, serta berpihak pada masyarakat ekonomi lemah. Sebelum di Kabupaten Rembang berdiri, nggak ada salahnya kita berkaca dari daerah lain,” pungkasnya.
Di Kabupaten Rembang, sejauh ini baru sebatas tahap pengusulan calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di jalan Rembang-Blora, Desa Kaliombo Kecamatan Sulang.
Untuk pembangunan gedung, masih menunggu informasi dari pemerintah pusat. (Musyafa Musa).

