Kerugian Mendekati Setengah Miliar, Dua Kebakaran Hampir Bersamaan (Pomahan Dan Meteseh)
Kebakaran di dua lokasi, Selasa pagi (05 Agustus 2025).
Kebakaran di dua lokasi, Selasa pagi (05 Agustus 2025).

Rembang – Peristiwa kebakaran terjadi di dua lokasi hampir beriringan pada Selasa pagi (05 Agustus 2025) di Kabupaten Rembang.

Kejadian pertama menimpa rumah Sri Mutiarsih, warga Desa Pomahan Kecamatan Sulang, sekira pukul 06.30 Wib. Percikan api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik, kemudian menjalar.

Api menghanguskan bangunan rumah, 1 unit sepeda motor, dua buah sepeda, perabotan dan surat-surat berharga, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 261 Juta.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Erwin Rahadyan menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Proses pemadaman menghabiskan 4 rit air. Pemadaman dan pendinginan selesai sekira pukul 08.30 Wib,” terangnya.

Saat petugas Damkar masih berada di Desa Pomahan, menyusul laporan kebakaran kedua, sebuah rumah di Dusun Kaligung Desa Meteseh Kecamatan Kaliori, milik Mbah Rasinah (67 tahun).

Begitu pemadaman di Pomahan selesai, petugas Damkar langsung bergerak menuju Desa Meteseh.

Sambil menunggu kedatangan Damkar, warga setempat tampak memadamkan api dengan menggunakan potongan pohon pisang.

Saat kejadian, pemilik rumah sedang membantu tetangga yang akan punya kerja, sehingga penyebab kebakaran belum diketahui. Namun perkiraan akibat konsleting listrik.

Api menghanguskan rumah, 2 unit sepeda motor, 2 buah sepeda, perhiasan, gabah 10 sak, surat-surat berharga. Termasuk uang tunai Rp 50 Juta hasil penjualan sapi, ikut ludes. Perkiraan kerugian mencapai Rp 213 Juta.

Erwin menimpali proses pemadaman di Dusun Kaligung ini, selesai sekira pukul 10.30 Wib. Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, karena memasuki musim kemarau, potensi kebakaran cenderung meningkat.

“Ketika akan meninggalkan rumah, untuk dicek bagian dapur, kira-kira sudah aman atau belum. Begitu juga saat membakar sampah, jangan ditinggal, sebelum apinya padam,” imbuh Erwin.

Pasca kejadian, masyarakat bahu membahu membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Suko “Tiwil” Siswanto, warga Desa Meteseh menyebut rumah sudah tidak bisa ditempati, sehingga korban kebakaran harus mengungsi sementara ke rumah kerabatnya.

“Pihak PMI sudah mendirikan tenda darurat, sedangkan dari BPBD telah menyalurkan bantuan,” ujar Suko.

Warga juga berharap nantinya ada bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait lain, guna meringankan beban korban pemilik rumah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan