
Rembang – Dari bulan Januari sampai dengan Mei 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang sudah menemukan 65 kasus HIV/Aids. 6 orang diantaranya meninggal dunia.
Epidemiolog Kesehatan Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Martha Gusmanthika menjelaskan mereka yang meninggal dunia, karena kondisinya sudah semakin memburuk.
“Kondisinya stadium lanjut atau stadium 4. Imunnya sudah sangat turun drastis. Walaupun kita masuki terapi, sudah telat,” ungkapnya.
Martha menambahkan selama tahun 2024 kemarin, jumlah temuan kasus HIV/Aids sebanyak 138 orang. Paling banyak tersebar di Kecamatan Rembang Kota, Lasem dan Kecamatan Kragan.
“Mungkin penduduknya juga banyak ya dan mobilitas masyarakatnya juga tinggi. Waktu itu, rata-rata tiap bulan ada temuan 10 – 12 kasus,” bebernya.
Penderita HIV/Aids tahun 2024 secara akumulatif kebanyakan di usia produktif, namun khusus tahun 2025 ini, temuan baru penderita justru didominasi usia di atas 50 tahun. Mayoritas laki-laki.
“Prosentasenya yang laki-laki 63 %, perempuan 37 %,” kata Martha.
Sebagai upaya preventif, Dinas Kesehatan mengoperasikan layanan mobile clinic setiap tiga bulan di lokasi-lokasi strategis seperti warung kopi, kafe, dan area publik lainnya.
Layanan ini tidak hanya menyediakan tes HIV, tetapi juga edukasi dan skrining infeksi menular seksual (IMS), termasuk sifilis.
“Ketersediaan obat antiretroviral (ARV) masih aman,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

