
Rembang – Peristiwa pembacokan terjadi di atas kapal KM Jaya Makmur, milik warga Desa Gegunung Wetan Rembang. Akibatnya, dua orang anak buah kapal (ABK) menderita luka-luka.
Korban yakni Santoso (49 tahun) warga Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori dan Dany Nur Wahid (23 tahun) warga Desa Sukoharjo Kecamatan Rembang.
Setelah beraksi, terduga pelaku, Mohammad Alfaridzi (26 tahun), warga Desa Padaran Rembang mencebur ke laut.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan aparat kepolisian, kapal KM Jaya Makmur mencari ikan di Laut Jawa, sebelah utara Karimun, berjarak 115 Mil dari bibir pantai Kabupaten Rembang.
Pada hari Sabtu (31 Mei 2025) sekira pukul 18.30 Wib, kapal labuh jangkar, sehingga ABK memilih istirahat. Malam harinya, pukul 23.00 Wib, kedua korban sedang tidur, namun posisinya terpisah. Waktu itu, Santoso merasa kaki kirinya sakit.
Begitu bangun, melihat kakinya berdarah dan memergoki pelaku membuang senjata tajam jenis bendho ke laut, kemudian pelaku juga menceburkan diri ke laut.
Ternyata bukan hanya Santoso yang jadi korban. Ada pula korban lain, Dany Nur Wahid juga mengalami luka-luka sayatan pada bagian leher, pundak dan pergelangan tangan.
Mendengar suara gaduh, teman-teman korban pun terbangun. Mereka juga sempat melemparkan lifejacket dengan tali sepanjang 17 Meter, untuk menolong pelaku.
Tetapi pelaku justru memilih menghindar dan menjauh. Sampai Selasa malam (03 Juni 2025), pelaku belum ditemukan, sehingga belum diketahui pasti motif pembacokan.
Melihat kondisi tersebut, nahkoda kapal, Tulus, warga Sukoharjo Rembang memutuskan pulang. Kapal sudah tiba di dermaga Pelabuhan Tasikagung Rembang, hari Senin (02/06) pukul 16.00 Wib.
Selanjutnya, dua korban dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, untuk mendapatkan perawatan. Keduanya boleh pulang atau rawat jalan.
“Sudah boleh pulang pak,” ujar Kades Sendangagung, Innayah.
“(Korban) sudah di rumah,” kata Lilik Harijanto, Kades Sukoharjo.
Kasat Polair Polres Rembang, AKP Mundi membenarkan peristiwa tersebut.
Khusus keberadaan pelaku masih dalam proses pencarian sejumlah kapal yang melaut di sekitar lokasi kejadian. (Musyafa Musa).

