CCTV Baru Segera Beroperasi, Ini Dia Lokasinya
Petugas Dinhub melakukan pemasangan CCTV di pertigaan pantura arah RSUD dr. R. Soetrasno. (Dok. DInhub).
Petugas Dinhub Rembang melakukan pemasangan CCTV di pertigaan pantura arah RSUD dr. R. Soetrasno. (Dok. Dinhub).

Rembang – Jumlah kamera pengawas (CCTV) di Kabupaten Rembang akan bertambah. Hal itu setelah ada bantuan CSR, yang diberikan oleh salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kepala Bidang Teknologi dan Layanan Informatika, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Rembang, Muntahar menjelaskan bantuan CCTV tersebut dipasang di 2 tempat. Pertama di pertigaan pantura arah RSUD dr. R. Soetrasno dan yang kedua di depan terminal Kecamatan Lasem.

“Di pertigaan pantura arah RSUD itu ada 3 titik CCTV dan depan terminal Lasem ada 4 titik CCTV. Jadi totalnya 7,” terangnya.

Pemkab Rembang sebelumnya sudah mempunyai 18 titik CCTV. Sehingga jika ditotal nantinya akan ada 25 titik CCTV di Kecamatan Rembang dan Lasem.

“Karena ini CSR, nanti mekanismenya ada serah terima kalau sudah jadi,” kata Muntahar.

Lebih lanjut Muntahar mengatakan, pemilihan lokasi pemasangan CCTV  biasanya berdasarkan tingkat kerawanan kecelakaan. Apalagi selama ini aparat kepolisian seringkali meminta bantuan untuk mengakses rekaman CCTV, manakala terjadi sebuah kecelakaan.

“Biasanya satlantas minta bantuan ke kami kalau butuh rekaman CCTV terkait kecelakaan. Bisa lewat Dinkominfo bisa lewat Dinhub. Tapi biasanya lewat Dinhub sih,” imbuhnya.

Sejauh ini pemasangan CCTV di Kabupaten Rembang hanya sebatas untuk pantauan lalu lintas saja. Sedangkan untuk fungsi tilang elektronik, perangkat yang digunakan masih belum mendukung. (Wahyu Adhi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.