
Rembang – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Pantura Semarang – Surabaya, tepatnya di Desa Punjulharjo Rembang, sebelah timur gapura masuk menuju Pantai Karangjahe, Rabu sore (11/03) sekira pukul 16.00 Wib.
Kecelakaan melibatkan dua truk trailer dan dua sepeda motor, sehingga mengakibatkan kemacetan cukup parah hingga malam hari, karena posisi kedua truk sempat menghalangi badan jalan.
Kedua truk, masing-masing dikemudikan Rafli Marlen Lumban Raja (33 tahun), warga Bukit Batre Dumai Timur Kota Dumai Riau dan Slamet Hariadi (33 tahun) warga Desa Jabon, Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.
Sedangkan dua sepeda motor dikendarai Ahmad Shodikul (25 tahun) warga Desa Binangun Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang dan Shofiyudin (37 tahun) warga Desa Sriombo Kecamatan Lasem Rembang.
Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha Pangesty melalui Kanit Penegakan Hukum Satlantas, Iptu Bhakti Satria menuturkan berdasarkan hasil olah TKP, awalnya truk yang dikemudikan Rafli Marlen melaju dari timur ke barat.
Diduga truk tersebut oleng ke kanan, hingga melewati garis marka tengah jalan.
Truk itu akhirnya bertabrakan dengan truk lain mengangkut tumpukan palet kayu, yang melaju dari arah berlawanan (barat ke timur). Truk yang terdorong, juga menghantam dua sepeda motor yang berjalan beriringan dari barat ke timur, di samping truk atau jalur lambat sebelah utara.
“Truk dari timur oleng ke kanan, setelah itu menabrak truk lain yang berjalan dari arah berlawanan. Kebetulan di samping truk juga ada dua pengendara motor, ikut kena (tergencet),” terangnya.
Dalam kejadian itu, ada 1 korban menderita luka-luka, yakni seorang penumpang truk, yang melaju dari timur ke barat, atas nama Hernandes Haloho (45 tahun), warga Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
“Korban mengalami cidera kepala ringan, serta fraktur tangan kiri, menjalani opname di rumah sakit,” bebernya.
Sedangkan sopir kedua truk maupun dua pengendara sepeda motor, selamat.
“Dua pemotor yang naik Vario dan Vixion memang sempat dirawat, tapi sudah boleh pulang,” pungkas Iptu Bhakti. (Musyafa Musa).

