
Rembang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan tajam dari puluhan mahasiswa yang menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Rembang, Jum’at sore (27 Februari 2026).
Sekira 30 an mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menyuarakan aspirasi mereka, mulai pukul 15.35 Wib.
Ketua PMII Kabupaten Rembang, Zubairul Kamal I’tazza menyatakan program MBG yang bergulir saat ini, banyak yang melenceng dari standar operasional prosedur (SOP), namun masih tetap dijalankan.
“Ada kejanggalan di sini, verifikator nggak berperan. Mulai dari sisi menu, kemudian nilai Rp 8 – 10 ribu per porsi yang tidak sesuai, kenapa program ini masih terus dijalankan, sedangkan di sisi lain menyedot anggaran sangat besar dan banyak sekali keluhan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, keberadaan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menimbulkan sampah yang membludak, tapi tidak diimbangi dengan pengelolaan secara baik.
Kalau ini dibiarkan, rawan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
“Sampah yang dihasilkan dari dapur-dapur MBG itu hanya berakhir di tempat pembuangan sampah. Nggak ada pengelolaan apa-apa, sehingga akan semakin memperparah kondisi TPA. Di kabupaten-kabupaten lain sudah ada solusi, entah diolah jadi pupuk, etanol, paving block maupun yang lain-lain,” kata Zubairul.
Mahasiswa dari Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan ini siap mengawal masalah tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut dari DPRD, pihaknya akan kembali turun menggelar aksi.
“Kalau DPRD hanya diam, kami akan turun lagi,” tandasnya.
Wakil Ketua DPRD Rembang, Ridwan berjanji pihaknya akan menjembatani persoalan itu.
“Nanti akan kita komunikasikan dengan Koordinator MBG Kabupaten Rembang, supaya keluhan dari temen-temen mahasiswa bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain menyoroti masalah MBG dan infrastruktur jalan rusak di tingkat kabupaten, untuk kejadian tingkat nasional, PMII Kabupaten Rembang meminta pengusutan tuntas terhadap peristiwa tindakan kekerasan oknum anggota Brimob di Maluku yang mengakibatkan korban jiwa, seorang anak berusia 14 tahun.
Aksi demo PMII Rembang berakhir sekira pukul 17.35 Wib, ditandai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan yang melintas di jalur Pantura, depan DPRD. (Musyafa Musa).

