
Rembang – Anggota Komisi D Bidang Infrastruktur DPRD Jawa Tengah, M. Ali Wafa menilai jalan provinsi yang membentang antara Lasem – Pamotan – Sale sudah bagus. Tinggal diperbanyak jumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) nya.
Ali Wafa mengungkapkan kondisi jalur tersebut dari sisi kelancaran berlalu lintas, secara umum tidak ada masalah.
“Dalam kategori yang baik, kalau pun ada gronjalan, tidak sampai mengganggu faktor keselamatan masyarakat pengguna jalan,” tuturnya.
Namun ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah LPJU, terutama di titik-titik perempatan, pertigaan dan jalan tengah hutan antara Karas – Sale.
“Yang perlu diperhatikan terkait LPJU, karena jalan provinsi melintasi daerah Perhutani. Lewat malam hari, terkesan sedikit horor kalau kondisinya gelap. Ini yang perlu kami usulkan tiap tahun,” imbuh Wafa, putra mantan Bupati Rembang, Abdul Hafidz ini.
Disinggung tentang status jalan Clangapan – Japerejo – Pamotan yang diusulkan Pemkab Rembang bisa meningkat, dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, Wafa menimpali masih harus menunggu agak lama, kemungkinan di tahun 2027 atau 2028.
Mengingat ruas jalan provinsi sudah terlanjur ditetapkan tahun 2024 lalu.
“Sudah diajukan sejak pemerintahan yang lama, tapi kita harus sabar menunggu. Semoga bisa dialihkan ke provinsi, akan kita kawal,” tandasnya.
Sementara itu, Widodo, salah satu pengguna jalan menyoroti banjir yang sering terjadi di jalan provinsi depan SMP N 1 Pamotan.
Ia mengusulkan saluran drainase diperbesar, untuk mengurangi genangan banjir, saat hujan deras.
“Ok kalau LPJU tambah, cocok. Yang jalan depan SMP N 1 Pamotan, perlu dicarikan solusinya, biar nggak gitu terus (banjir), tiap curah hujan tinggi. Tambahan sedikit, jalan dari Nggayam sampai Pasar Pamotan yang rusak, sebaiknya juga dibeton, biar lebih kuat,” ungkapnya. (Musyafa Musa).

