
Kaliori – Seorang tokoh masyarakat Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Harjono menanyakan sikap Pemkab Rembang, terhadap keberadaan Pulau Gede di sebelah utara Pantai Wates Tasikharjo, yang terancam hilang akibat gempuran abrasi.
Harjono menyampaikan masalah tersebut, ketika berlangsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Kaliori di Pendopo Kantor Kecamatan Kaliori, Selasa (3/1).
Menurut Harjono, abrasi tidak hanya mengancam Pulau Gede, tetapi juga lebih dulu mengakibatkan hilangnya Pulau Marongan. Ia berharap perlindungan pulau-pulau kecil di wilayah pesisir perlu segera mendapatkan perhatian serius, meskipun kewenangan pengelolaannya berada di tingkat provinsi.
“Abrasi ini perlu menjadi perhatian serius. Kalau Pulau Gede tidak segera diamankan, dampaknya bisa sangat besar. Pulau Marongan saja sudah hilang,” ujar Harjono.
Ia menimpali Pulau Gede memiliki peran strategis sebagai pelindung alami kawasan pesisir, khususnya dari Pantai Kaliori hingga Pantai Rembang. Namun, kondisi pulau tersebut semakin menyusut akibat abrasi.
Kalau ada penahan gelombang berbentuk huruf U mengelilingi Pulau Gede, tentu akan lebih baik. Apalagi Pulau Gede dapat dikembangkan menjadi obyek wisata.
“Pulau Gede sangat bermanfaat. Saat angin barat maupun angin timur, keberadaannya bisa menahan abrasi di sepanjang pantai Kaliori sampai Rembang. Sekarang kondisinya sudah tinggal separuh,” jelasnya.
Menanggapi aspirasi itu, Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang menaruh perhatian khusus terhadap kondisi Pulau Gede.
Ia beralasan Pulau Gede sebagai salah satu aset wilayah pesisir yang masih dimiliki Kabupaten Rembang dan perlu dijaga keberlanjutannya.
“Pulau Gede ini eman. Sekarang tinggal Pulau Gede dan Pulau Siwalan yang kita punya,” ungkap Wabup.
Sebagai langkah awal pemulihan, Wabup mendorong adanya gerakan penanaman mangrove secara masif di Pulau Gede dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari komunitas lingkungan, pemerintah kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga relawan.
“Mungkin bisa kita kirim relawan nandur. Kita nandur bareng-bareng di Pulau Gede, sambil wisata,” ujarnya.
Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, Wakil Bupati berharap adanya bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat, agar Pulau Gede bisa bertahan. (Musyafa Musa).

