
Rembang – PSSI Kabupaten Rembang bertekad semakin menggairahkan dunia persepakbolaan, dengan sejumlah program unggulan.
Ketua PSSI Kabupaten Rembang, Nur Arsya Irfana menyampaikan hal itu, ketika berlangsung pelantikan pengurus PSSI Kabupaten Rembang periode 2025 – 2029 di Rumah Makan Prau Kuno, Sabtu malam (20 Desember 2025).
Arsya membeberkan pembinaan usia dini, kompetisi lokal, kemudian peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelatih, wasit maupun pengawas pertandingan menjadi fokus perhatiannya.
“Selain itu, kita juga harus bersinergi dengan Pemkab Rembang dan stake holder terkait, untuk mewujudkan impian kita bersama. Semoga tekad kita ini bisa membangunkan lagi roh sepak bola di Kabupaten Rembang. Salam olahraga,” tandas Arsya yang juga anggota DPRD Rembang ini.
47 personil pengurus PSSI Kabupaten Rembang dilantik oleh Ketua PSSI Jawa Tengah, AS. Sukawijaya (Yoyok Sukawi).
Yoyok menyebut sepak bola Rembang pernah ditakuti di Indonesia. Ia optimis dengan kepengurusan baru, akan mampu mengembalikan kejayaan masa lalu.
“Bahkan dulu PSIS Semarang ketika main di Rembang saja, berpikir dua kali. Cukup menakutkan dan saya berharap kepemimpinan mas Arsya, membuat sepak bola Rembang segera bangkit,” ujarnya.
Yoyok mengingatkan yang tak kalah penting adalah menumbuhkan kesadaran suporter sepak bola, untuk menjaga kondusivitas. Pasalnya, jika melanggar aturan dan memicu kisruh, timnya yang akan menerima sanksi denda. Bahkan bisa didiskualifikasi.
“Suporter harap dipikirkan betul. Kalau soal wasit, pada masa saya ini, nggak usah bayar wasit. Mending uangnya buat bayar dukun, biar bolanya tidak masuk atau nabrak gawang,” imbuh Yoyok bercanda.
Sementara itu, Bupati Rembang, Harno menyampaikan sepak bola ada, untuk mencari prestasi. Bukan untuk meluapkan emosi berlebihan, yang dapat merugikan.
“Setelah beberapa cabang olahraga sudah bangkit, akhirnya Bupati diparani Cabor-Cabor (pengurus cabang olahraga_Red). Ada yang bisa saya turuti, tapi ada juga yang pelan-pelan. Ada yang tanya tanah, akhire tak kon milih dewe, ning GOR, kono milih dewe kono, tanahe ombo,” terang Harno.
Bupati menambahkan kalaupun saat ini kemajuan dunia olahraga belum begitu terasa, karena Pemkab Rembang sementara masih mengutamakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pembangunan pasar salah satunya, kita dahulukan. Setiap daerah pasti punya pilihan-pilihan prioritas,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

