Menjadi Pesantren Ramah Anak, Unicef Kunjungi Ponpes Alhamdulilah Kemadu Sulang
Kepala Kantor Unicef Perwakilan Indonesia untuk Wilayah Jawa, Arie Rukmantara berdialog dengan santri dan pengurus pondok pesantren Alhamdulilah Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Kamis sore (20/11).
Kepala Kantor Unicef Perwakilan Indonesia untuk Wilayah Jawa, Arie Rukmantara berdialog dengan santri dan pengurus pondok pesantren Alhamdulilah Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Kamis sore (20/11).

Sulang – Pondok pesantren Alhamdulilah Desa Kemadu Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, menjadi pondok pesantren ramah anak dan anti bulliying (perundungan).

Unicef, sebuah lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas melindungi hak-hak anak, Kamis sore (20 November 2025) mengunjungi pondok pesantren yang terletak di pinggir jalan raya Rembang-Blora tersebut.

Kepala Kantor Unicef Perwakilan Indonesia untuk Wilayah Jawa, Arie Rukmantara menjelaskan pihaknya ingin melihat langsung suasana Ponpes Kemadu, karena sejak tahun 2022 sudah melakukan langkah-langkah pencegahan kekerasan terhadap para santri.

“Santri dan santriwati yang berusia di bawah 18 tahun, itu juga termasuk anak-anak. Di sini jumlah santri 1.000 lebih, kalau kita punya agen-agen anti bulliying, tentu akan sangat baik sekali,” ungkapnya.

Arie mengaku berdialog dengan santri, lurah pondok maupun pembina santri.

Ada sejumlah hal yang cukup menggembirakan. Misalnya, budaya balas membalas dari santri senior ke santri baru, sudah diputus. Selain itu, tercipta sistem yang bekerja, apabila terjadi tindak kekerasan.

Mulai dari pelaporan, menerima dan memproses laporan, termasuk memberikan konsultasi dan pelayanan.

“Hal-hal seperti ini patut dicontoh oleh pondok pesantren di manapun, karena membudayakan pesantren ramah anak adalah sebuah keniscayaan. Ketika santri melanggar misalnya, jangan lagi terjadi kekerasan. Tapi sudah ada solusi lain, yang memberikan kenyamanan dan rasa tanggung jawab,” tandas Arie.

Sementara itu, Afif Jauhari sebagai pembina santri menyatakan pihaknya giat mengkampanyekan sayangi diri sendiri dan menyayangi orang-orang di sekitar.

“Ini terus kita ingatkan, soalnya kalau bulliying terjadi, akan menimbulkan kemarahan berkepanjangan dan rentan berimbas pada mental anak,” ungkap Afif.

Afif menyampaikan terima kasih atas pendampingan dari Unicef, sehingga predikat Pesantren Ramah Anak di Ponpes Alhamdulilah, sejauh ini tak sekedar slogan. Namun benar-benar diwujudkan dalam keseharian.

“Semoga kami bisa konsisten, menekan sekecil mungkin potensi tindak kekerasan anak, sesama santri santriwati. Budaya sikap saling menghormati, menghargai, menjunjung suasana damai, akan terus kami kedepankan,” pungkasnya.

Tidak hanya mengunjungi Ponpes Alhamdulilah, selama berada di Rembang, rombongan Unicef juga bertemu dengan Bupati Rembang, Harno dan mengisi talk show tentang perlindungan anak di sebuah radio.

Rangkaian kegiatan ini untuk menyemarakkan peringatan Hari Anak Sedunia tiap tanggal 20 November. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan