
Sluke – Media sosial menghasilkan cuan/uang. Kalimat seperti ini sering terdengar di tengah-tengah perkembangan dunia digital.
Tapi siapa sangka berbagai platform media sosial sudah banyak dikuasai oleh siswa kejar paket di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utomo, sebuah lembaga pendidikan non formal di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang.
Bahkan sudah ada yang mampu menghasilkan cuan. Olif, salah satunya.
Wanita warga Desa Manggar Kecamatan Sluke, siswi kejar paket B PKBM Budi Utomo mengaku dari aktivitas live Tiktok, sudah terkumpul pendapatan sekira Rp 3 Jutaan.
“Lama (uangnya) belum saya ambil malah. Live sesekali saja kalau pas lagi gabut,” ujarnya tersenyum.
Sementara itu, Kepala PKBM Budi Utomo Sendangmulyo, Sutrisno menuturkan minat dan bakat para siswanya di media sosial, semakin diarahkan melalui pelatihan rutin setiap tahun.
“Kita undang sejumlah praktisi media, berbagi pengalaman. Bagaimana caranya mengambil video yang baik, kemudian cara memberikan caption atau keterangan skrip pendek, biar lebih menarik seperti apa,” terangnya.
Sutrisno menambahkan dari total 253 siswa atau warga belajar, sekira 70 % merupakan kejar paket C atau setara SMA, sedangkan 30 % lainnya berada di jenjang paket B atau setara SMP.
Ia berharap warga belajar memiliki ketrampilan lebih, sehingga tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman.
“Termasuk bekal ketrampilan literasi. Kan nggak semua berminat masuk dunia kerja, tapi ada yang ingin menggeluti bidang-bidang lain. Sekarang lagi trend platform digital, walaupun non formal, kita harapkan mereka juga berkompeten di dunia tersebut,” kata Sutrisno.
Menurutnya, banyak kisah menarik dari lulusan kejar paket PKBM Budi Utomo. Yang terbaru, warga belajar dari Kecamatan Sluke, jebolan Kejar Paket C berhasil diterima menjadi anggota TNI.
“Kemarin masuk gelombang kedua, diterima sebagai prajurit TNI. Kita dari PKBM tentu ikut merasa senang dan bangga,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

