
Rembang – Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Arm. Winner Fradana Dieng langsung tancap gas, setelah ditugaskan ke Kabupaten Rembang mulai 03 Juli 2025.
Salah satunya adalah membantu program pemerintah menjual beras Bulog stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di bawah harga eceran tertinggi (HET), untuk menstabilkan harga beras di pasaran, agar meringankan beban masyarakat.
Menurut Winner, kegiatan tersebut digelar menyeluruh ke semua kecamatan. Harga beras dengan kualitas medium ini Rp 57.500 per 5 kilo gram atau Rp 11.500 tiap kilo gram.
“Hal ini dilakukan seluruh Kodim se-Indonesia, termasuk Korem. Sampai bulan Desember nanti jalan terus. Respon masyarakat sangat bagus. Ada yang datang ke Koramil, ada yang pesan langsung ke Babinsa,” tuturnya.
Selain SPHP, Kodim juga mengawal program makan bergizi gratis (MBG). Winner menyebut untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Kodim, rencananya 3 lokasi. Salah satu bangunan terletak di sebelah barat Satlantas Polres Rembang.
“Nanti akan ada tambahan dua lagi, jadi totalnya 3 dapur SPPG. Yang 1 sudah berdiri ini masih proses, belum operasional,” kata Winner.
Asal Usul Nama Dieng
Profil Letkol Arm. Winner Fradana Dieng menarik dikulik. Ia lulus SD N Pacarkeling VII Surabaya tahun 1996, lulus SMP N 6 Surabaya tahun 1999, kemudian lulus SMA N 4 Tambaksari Surabaya tahun 2001 dan lulus Akademi Militer (Akmil) Magelang tahun 2005.
Setelah menyelesaikan kuliah di Fakultas Sosial Politik tahun 2011, Winner melanjutkan pasca sarjana ke Master National Security Strategy Studies US Army School di Amerika Serikat dan berhasil lulus tahun 2020.
Tahun 2017 Winner pernah menempati posisi Wakil Komandan Batalyon Armed 6-105/Tarik/Tamarunang/3 Kostrad. Sebelum menjadi Komandan Kodim Rembang, ia bertugas sebagai Kepala Departemen Etik (Kadeptik) Pusat Pendidikan Armed di Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed).
Soal nama akhir Dieng, sambil berkelakar ia menimpali bukan Dieng Wonosobo. Kebetulan Dieng adalah nama keluarga dari kakeknya asal Ambon, yang selalu disematkan turun temurun.
“Kakek saya, Muhammad Dieng, kemudian bapak saya Ruslan Dieng dan saya dikasih nama Winner Fradana Dieng. Saya tahu ada Dieng itu saat masuk ke Akmil di Magelang, ternyata ada pegunungan Dieng,” pungkasnya tersenyum. (Musyafa Musa).

