
Rembang – Cuaca panas disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Rembang dalam beberapa hari terakhir, rawan menimbulkan bencana kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Erwin Rahadyan mengatakan hingga awal bulan September ini setidaknya sudah ada 52 kejadian kebakaran yang terjadi di Rembang.
Mayoritas penyebabnya karena hubungan pendek arus listrik dan faktor kelalaian.
Pihaknya sudah seringkali menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, serta jangan sampai meninggalkan rumah ketika sedang memasak maupun saat membakar sampah.
“Tiap kali kami selesai melakukan pemadaman pasti juga disisipi dengan himbauan dan sosialisasi. Harapannya masyarakat bisa lebih waspada, apalagi saat musim kemarau,” tuturnya.
Pada hari Selasa (02/8), 2 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah kecamatan Lasem.
Yang pertama menimpa rumah Sulikah (59), di Dukuh Mahbang Desa Sumbergirang sekira pukul 10.34 wib. Sebuah bangunan dapur berdinding papan kayu jati ludes seisinya.
Pemilik rumah saat itu tengah memasak air di tungku dengan menggunakan kayu. Diduga percikan api dari tungku terbawa angin, lalu mengenai dinding dapur yang berbahan kayu. Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.
“Selesai pemadaman dan pendinginan pukul 11.40 wib. Kami kerahkan truk pemadam dan truk tangki masing – masing 1 unit,” imbuh Erwin saat dihubungi via WA.
Peristiwa kedua terjadi di sebuah warung makan milik Eni Pujiati (48), turut tanah Dukuh Tulis Desa Selopuro sekira pukul 20.07 wib. Diduga pemilik warung lupa mematikan kompor saat memasak.
Beruntung warga sekitar sigap dan membantu pemadaman dengan air seadanya. Meski kebakaran tidak membesar, namun petugas damkar tetap datang untuk melakukan pendinginan.
“Meskipun api sudah berhasil dipadamkan warga, namun kami tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa-sisa api,” pungkasnya.
Apabila diruntut 3 besar kecamatan dengan kasus kebakaran paling banyak sejauh ini, kecamatan Rembang Kota menempati posisi pertama dengan 22 kejadian.
Kemudian disusul kecamatan Kaliori dengan 8 kejadian dan kecamatan Lasem ada 3 kali peristiwa kebakaran. (Wahyu Adi).

