
Sluke – Lahan aset desa (tanah bengkok) biasanya dimanfaatkan untuk menanam padi, jagung atau tanaman sejenisnya. Namun berbeda dengan tanah bengkok di Desa Pangkalan Kecamatan Sluke, yang disulap menjadi sebuah agrowisata.
Namanya Kebun Anggur D’NA Garden, sebuah agrowisata yang menawarkan sensasi memetik buah anggur segar langsung dari pohonnya.
Jumadi, Sekretaris Desa Pangkalan, selaku pengelola tanah bengkok menceritakan awalnya ia hanya coba – coba menanam anggur skala kecil pada tahun 2020. Namun karena tidak punya koneksi untuk memasarkan, akhirnya ia memilih untuk mempromosikan di media sosial.
Karena viral di medsos, jumlah pengunjung Kebun Anggur D’NA Garden pun mulai berdatangan.
“Pas iseng promosi di medsos ternyata respon masyarakat luar biasa. Akhirnya pelan – pelan kita perluas sampai seperti sekarang ini. Tiket masuk gratis, kalau harga anggurnya 80 ribu / kg. Yang mau nyicip juga boleh asal sewajarnya,” tuturnya.
Jumadi sendiri mendapat jatah pengelolaan tanah bengkok seluas 2 hektar. Sementara yang dimanfaatkan untuk agrowisata baru 3000 meter persegi.
“Sebenarnya untuk harganya bagus. Setahun rata – rata hasil panen mencapai 100 jutaan. Masih sangat mungkin diperluas tapi kita lakukan bertahap lah sembari melihat situasi kedepan seperti apa,” ujar Jumadi.
Menurutnya tanaman anggur bisa berbuah 2 kali dalam 1 tahun. Uniknya, proses pembuahan bisa diatur sehingga dapat ditentukan kapan waktu panennya.
“Kalau matangnya anggur kan sekitar seratus hari. Nah itu biasanya kita setting panennya setiap bulan Juli dan November,” imbuhnya.
Meski demikian, hasil panen buah anggur tidak selalu seperti yang diharapkan. Apalagi saat intensitas hujan terlalu tinggi, biasanya buah anggur tidak akan tumbuh maksimal.
“Tahun ini termasuk nggak maksimal buahnya karena kemaraunya basah. Kalau banyak kena air hujan warnanya yang harusnya merah nggak bisa pekat, yang matangnya hitam juga nggak hitam pekat. Rasanya pun nggak begitu manis,” ungkap Jumadi.
Pada panen perdana, Kebun Anggur D’NA Garden sudah dibuka untuk masyarakat pada tanggal 12 – 20 Juli 2025. Meskipun hasil panen tidak maksimal, namun jumlah pengunjung yang datang cukup banyak.
“Selama buka seminggu itu kurang lebih ada lah 200 – 300 pengunjung yang datang,” pungkas pria asli Desa Pangkalan tersebut.
Saat ini Kebun Anggur D’NA Garden ditutup karena sedang memasuki tahap sterilisasi, untuk menyambut masa pembuahan berikutnya. Rencananya agrowisata tersebut akan dibuka kembali pada awal November, bersamaan dengan masa panen kedua.
Di Kebun Anggur D’NA Garden ada sebanyak 15 jenis anggur yang dikembangkan. Diantaranya Everest, Cherny Kristal, Tamaki, Trans, Julian, Aroma Delight, Jupiter, Shine Muscat, STQ, Ilaria, Taldun, Lorano, Basanti, Veles dan Baikonur New.
Dari berbagai jenis anggur, yang paling banyak ditanam di Kebun Anggur D’NA Garden adalah anggur Cherny Kristal.
Sementara yang paling dicari oleh masyarakat adalah angggur jenis Jupiter, yang konon mempunyai rasa mirip permen karet. (Wahyu Adi).

