
Lasem – Miftachul Jannah, mahasiswi Program Studi Sosiologi dari Kabupaten Rembang, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 pada wisuda yang digelar di Gedung Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo, Sabtu, 24 Mei 2025.
Jannah merupakan penerima beasiswa pendidikan tinggi dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Meski menyandang status mahasiswa berprestasi, ia mengaku tidak pernah menargetkan diri untuk menjadi lulusan terbaik.
“Yang penting itu aku harus bertanggung jawab. Karena kalau IPK anjlok, beasiswa bisa dicabut. Jadi motivasi terbesarnya ya mempertahankan beasiswa. Alhamdulillah masa studi 3 tahun 7 bulan, sekarang sudah diwisuda,” ungkap Jannah.
Mahasiswi warga Desa Sriombo, Kecamatan Lasem ini juga mengisahkan perjuangannya menempuh pendidikan di Semarang. Ia sempat menghadapi tantangan ketika harus meyakinkan orang tua untuk merantau dan kuliah keluar daerah.
Semula orang tua berharap ia melanjutkan studi di lokasi yang lebih dekat dengan rumah. Namun, berkat semangat dan keberanian, Jannah mendaftar secara mandiri di UIN Walisongo dan berhasil memperoleh beasiswa.
Ketika dinobatkan sebagai wisudawan terbaik, Jannah mengaku bersyukur, terharu, sekaligus terkejut.
“Tapi gak sampai di sini saja, yang pastinya harus lebih struggle buat ke depannya, karena ini hanya kebahagiaan yang sifatnya sementara dan mungkin bisa dibilang awal dari ujian baru,” imbuh Jannah, yang memiliki hobi menulis dan mendengarkan musik.
Jannah juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses pendidikannya.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas dedikasi para pembina dan khususnya Pemkab dan Dindikpora karena telah membiayai kuliah saya sampai lulus. Saya tidak akan bisa seperti ini tanpa dukungan dan bantuan dari semua pihak,” ujarnya.
Tentang Beasiswa Pemkab Rembang
Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi dari Pemerintah Kabupaten Rembang merupakan program yang telah berjalan sejak 2017. Hingga tahun 2024, sebanyak 421 mahasiswa telah menerima beasiswa ini, dengan total anggaran mencapai Rp18,97 miliar.
Program ini ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat dari keluarga kurang mampu yang berprestasi, dengan usia maksimal 21 tahun.
Beasiswa mencakup biaya kuliah dan biaya hidup selama maksimal delapan semester untuk jenjang Sarjana (S1) dan Diploma IV. Besaran biaya hidup disesuaikan dengan lokasi perguruan tinggi.
Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Harno – Moch. Hanies Cholil Barro’ beasiswa kuliah akan dilanjutkan, melalui program dua desa, dua sarjana. (Musyafa Musa).

