
Rembang – Kecelakaan lalu lintas diduga karena jalan rusak terjadi dalam waktu dua hari berturut-turut. Salah satu korban meninggal dunia.
Peristiwa pertama terjadi di jalan Rembang-Pamotan, turut tanah Desa Tlogomojo Rembang, Jum’at (23 Mei 2025) sekira pukul 14.45 Wib.
Hasil olah TKP polisi menyebutkan, awalnya ada pengendara sepeda motor Honda Supra, Ahmad Firmansyah Ihza Al Fadli (20 tahun) warga Desa Paseyan Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Jawa Timur, melaju dari timur (Pamotan) ke barat (Rembang).
Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha Pangesty melalui Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas, Ipda Rahmat Hersa Widiatmoko mengatakan sepeda motor tersebut akan menyalip sebuah truk Hino Box yang dikemudikan Saefulloh (35 tahun), warga Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu Jawa Barat.
“Posisi truk berada di depan sepeda motor,” tuturnya.
Saat akan menyalip dari arah kanan, diduga sepeda motor hilang keseimbangan, karena ada jalan rusak bergelombang.
Sepeda motor kemudian terjatuh dan masuk ke dalam kolong truk. Korban langsung meninggal dunia terlindas truk tersebut.
“Setelah kejadian, kami minta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti kendaraan,” kata Hersa.
Lubang Lagi
Peristiwa kedua terjadi di jalur Pantura Desa Binangun Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Sabtu (24 Mei 2025) sekira pukul 05.30 Wib.
Korban pengendara sepeda motor Honda Vario, Ariyah (44 tahun) warga Desa Sluke Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang.
Berdasarkan hasil olah TKP polisi, pengendara sepeda motor berjalan dari timur ke barat. Motor masuk ke dalam lubang, sehingga langsung oleng dan terjatuh.
“Korban selamat, tapi mengalami luka-luka robek bagian kepala dan mulut, hidung keluar darah, serta lecet-lecet tangan kanan dan kiri,” pungkasnya.
Atas dua kejadian itu, masyarakat mendesak pemerintah lebih sigap menutup jalan berlubang yang rawan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
“Mohon lah pihak-pihak terkait, tolong untuk lubang-lubang yang menganga, apalagi penerangan minim, bahaya itu, segera diperbaiki, ditambal. Nyawa warga taruhannya,” kata seorang pengguna jalan dari Pamotan, Nur Ahmad. (Musyafa Musa).

