1 Miliar Penataan RTLH, 250 Juta Untuk Pemberdayaan Ekonomi Jemaah Masjid (Baznas Rembang Salurkan Bantuan)
Bupati Rembang, Harno didampingi Ketua Baznas Kab. Rembang, Moh. Ali Anshory menyerahkan bantuan penataan rumah tidak layak huni, Selasa (27/05).
Bupati Rembang, Harno didampingi Ketua Baznas Kab. Rembang, Moh. Ali Anshory menyerahkan bantuan penataan rumah tidak layak huni, Selasa (27/05).

Rembang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan total sebesar Rp 1 Miliar 250 Juta, di lantai II Masjid Agung Rembang, hari Selasa 27 Mei 2025.

Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Moh. Ali Anshory memperinci Rp 1 Miliar untuk bantuan penataan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 50 unit, setiap rumah menerima Rp 20 Juta.

“Bentuknya uang, bisa ditransfer ke rekening penerima atau bisa pula langsung diserahkan tunai,” tuturnya.

Ia memastikan tidak ada potongan, sehingga benar-benar dapat mewujudkan rumah layak huni.

“Kami undang bapak/ibu kepala desa untuk ikut mengawasi, sekaligus bertanggung jawab atas pelaksanaan penataan rumah tidak layak huni. Kita ingin bantu mempercepat program pemerintah mengentaskan kemiskinan,” kata Ali.

Sedangkan bantuan Rp 250 Juta untuk pemberdayaan ekonomi jemaah masjid di Masjid Agung dan Masjid An Nur Rembang, Masjid Jami’ Lasem, Masjid Al Islah Kragan dan jemaah Masjid Al Amin Pamotan.

Nantinya bantuan tersebut untuk pemberdayaan usaha UMKM jemaah Masjid, sehingga dapat meningkatkan produktivitas ekonomi mereka.

“Masing-masing Masjid dapat Rp 50 Juta, untuk diteruskan kepada jemaah masjid yang memiliki usaha mikro kecil, supaya usahanya semakin berkembang,” imbuhnya.

Kalah Dengan Blora

Bupati Rembang, Harno yang hadir menyerahkan bantuan meminta supaya Baznas dan satuan kerja pemerintah lebih tanggap, membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, yakni pangan, perumahan dan kesehatan.

Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan memperoleh pelayanan masalah-masalah pokok tersebut.

“Siji kekurangan makan, kedua, rumah yang bener-bener tidak layak. Koordinasi, karena Pemkab Rembang akan memprioritaskan hal-hal yang pokok ini. Harus lebih jeli, jangan sampai keduluan mas-mas media,” kata Bupati.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Agung Rembang, KH. Atho’ilah Muslim berharap pengumpulan zakat, infaq dan sodaqoh di Kabupaten Rembang akan semakin meningkat.

Ia mendengar dalam setahun di Rembang Rp 4 Miliar, kalah jauh dengan Kabupaten Blora yang sudah menembus Rp 13 Miliar per tahun.

“Kalau bertambah besar, harapannya masyarakat merasakan manfaat lebih besar. Apalagi ini proses penyerahan diadakan di Masjid, berkahe dari Masjid, semoga kedepan berkah untuk semuanya,” ujar Atho’ilah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.