
Rembang – Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada menjadi rumah sakit pertama di Kabupaten Rembang sebagai perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja (PJK3).
Dengan status itu, rumah sakit yang berada di sebelah selatan Perempatan Galonan Rembang tersebut, sudah mampu melayani medical check up (MCU) sesuai standar, untuk tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan, termasuk BUMN.
Sertifikat PJK3 resmi diserahkan oleh perwakilan Kementerian Tenaga Kerja kepada manajemen rumah sakit, saat berlangsung seminar PJK3 di Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada, Jum’at pagi (23 Mei 2025).
Muktiati, dari Satuan Pengawasan Ketenagakerjaan (Satwasker) Wilayah Pati mengatakan pemeriksaan keselamatan dan kesehatan kerja hanya boleh dilaksanakan oleh perusahaan jasa K3 maupun dokter yang memiliki surat penunjukan dari Menteri Tenaga Kerja.
“Rumah sakit Bhina Bhakti Husada adalah satu-satunya PJK3 di Kabupaten Rembang, sehingga bisa melaksanakan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, baik awal, berkala maupun pemeriksaan khusus,” terangnya.
Manajer Keperawatan Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada, Muh. Agung Prayoga menyatakan pihaknya memiliki kelengkapan sarana pra sarana medical check up K3.
“Mulai audiometri untuk mengukur kondisi telinga, bagi pekerja yang di perusahaannya ada kebisingan, kemudian alat pengukur detak jantung, spirometri untuk paru-paru, serta dukungan dari poli THT dan poli mata,” terangnya.
Prayoga menambahkan kedepan pihaknya juga sedang menyiapkan layanan MCU, langsung ke lokasi perusahaan.
“Jadi pekerja tidak datang ke rumah sakit, melainkan kami yang jemput bola datang kesana. Tentu menjadi tantangan buat meningkatkan pelayanan. Kita nggak hanya melayani K3 di Rembang saja, perluasan sampai Pati Raya,” tandas Prayoga.
Berbalik Ke Perusahaan
Sementara itu, dokter spesialis okupasi RS Bhina Bhakti Husada, Hendra Teguh Pribadi mengungkapkan keselamatan dan kesehatan kerja bukan menjadi beban, karena kalau pekerja sehat, diharapkan imbas positifnya akan kembali ke perusahaan.
“Setiap 1 dolar kita investasikan, dalam jangka waktu tertentu akan berbalik ke perusahaan 4-6 kali,” ucapnya.
Hendra menimpali medical check up menjadi sarana antisipasi, sebelum nantinya pekerja jatuh sakit, akibat dampak kesibukan di perusahaan.
“MCU lebih murah, ketimbang kalau pekerja sudah kena. Apalagi penyakit akibat kerja, sangat sulit sembuh. Jadi dengan MCU, bisa diatasi lebih dini. Cost-nya lebih murah, dibanding kalau sudah ada masalah,” imbuh Hendra.
Usai seminar yang diikuti pimpinan perusahaan, K3 perusahaan dan tenaga kesehatan ini, kemudian dilanjutkan dengan melihat langsung peralatan MCU.
Pihak rumah sakit juga membagikan kaca mata baca secara gratis kepada peserta seminar yang melakukan pemeriksaan mata. (Musyafa Musa).

