
Gunem – Misteri uang sebesar Rp 500 Juta atau setengah Miliar di lokasi kebakaran bengkel sekaligus toko onderdil kendaraan di Desa Banyuurip Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang, dibenarkan oleh saksi kunci, Rohmat (45 tahun).
Rohmat adalah adik dari Almarhum Sukohadi (58 tahun), selaku pemilik bengkel dan toko onderdil.
Rohmat lah yang sejak kecil ikut mendampingi kakaknya membuka usaha, sampai Sukohadi meninggal dunia sekira 2 bulan lalu, karena sakit.
Sukohadi sendiri belum beristeri hingga akhir hayatnya. Semasa hidup, ia tinggal di bengkel.
Rohmat mengaku baru mengetahui keberadaan uang sebanyak itu, setelah sang kakak meninggal dunia.
Posisi uang berada di sebuah kotak, kemudian dimasukkan ke dalam kulkas bekas dan ditumpuki onderdil kendaraan.
“Yang saya tahu hampir semuanya pecahan Rp 100 Ribu. Saya tahu jumlahnya, karena pernah sempat dihitung. Itu pun tahunya setelah kakak meninggal dunia. Saya tahunya waktu mau cari onderdil, ya kaget kok ada uang sebanyak itu,” ungkapnya.
Rohmat belum terpikir akan menyimpan uang tersebut ke bank, karena tidak ada wasiat atau pesan apapun dari almarhum kakaknya.
“Yang saya tahu, kakak saya sering ambil uang itu, ketika ada sales onderdil datang. Sekali bayar, rata-rata sampai belasan juta. Ibaratnya uang muter untuk usaha dan mungkin uang tabungan kakak disimpan di situ, selama buka bengkel,” imbuh Rohmat.
Saat kejadian, Rohmat sebenarnya ingin nekat menerobos masuk untuk menyelematkan uang tersebut, karena ia memprediksi masih memungkinkan, meski api sudah membesar.
Namun ia dilarang oleh keluarganya, karena mengutakaman keselamatan.
“Saya digandhuli beberapa orang, termasuk isteri (nggak boleh masuk), jadi saya batalkan,” ucapnya lirih.
Setelah pemadaman kebakaran selesai, Rohmat sempat mengecek tempat penyimpanan uang. Tak ada sisa sama sekali, tinggal puing-puing hangus berserakan.
“Lha wong kulkas bekasnya saja sudah mlonyot semua,” kata Rohmat.
Ditanya apakah bengkel dan toko onderdil diasuransikan, Rohmat tidak tahu secara pasti. Tapi dulu kemungkinan pernah, tapi belakangan sudah tidak lagi.
“Saya tahunya dulu kakak pernah bayar (asuransi), tapi belakangan sudah lama nggak, kemungkinan sekarang ya nggak,” lanjutnya menjelaskan.
Rohmat memastikan akan tetap melanjutkan usaha sang kakak. Kalau dana sudah siap, bengkel yang terbakar akan diperbaiki.
Saran Pihak Desa
Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Kecamatan Gunem, Suwarno Dharma Mihardja menjelaskan orang tua pemilik bengkel sudah meninggal dunia.
Sedangkan Rohmat punya sejumlah saudara kandung. Ia menyarankan nantinya dimusyawarahkan sesama saudara almarhum, kalau ingin melanjutkan usaha bengkel.
“Usaha itu kan dirintis sejak lama ya oleh almarhum, jadi eman-eman kalau tidak dilanjutkan. Tiap hari juga ramai kok. Saya berharap dik Rohmat sabar, tabah menghadapi ujian ini. Lupakan, bangkit kembali, semoga kelak diberikan kemudahan dan kelancaran,” kata Suwarno. (Musyafa Musa).

