
Rembang – Menimba ilmu di Universitas ternama dunia tentu menjadi impian banyak orang. Kesempatan berharga itu berhasil didapatkan oleh Anisa Rahmanti, seorang guru di SMK N 1 Rembang.
Ia belum lama ini terpilih sebagai salah satu peserta program Microcredential CS50x Indonesia-Harvard University, sebuah program yang membuka peluang bagi guru Indonesia untuk memperluas keterampilan dibidang digital.
Selain Anisa, ada 2 guru lain asal Kabupaten Rembang yang mengikuti program itu. Adalah Hamidah Ari Ruchana dari SMP N 2 Sedan dan Eko Adi Saputro dari SMP N 3 Kragan.
Mereka belajar langsung dengan dosen terkemuka dari Universitas Harvard, David J Malan secara daring dan tatap muka di Jakarta.
Saat dihubungi, Anisa Rahmanti mengaku bersyukur bisa mengikuti program tersebut. Menurutnya semua materi yang disampaikan menggunakan bahasa Inggris, sehingga peserta diwajibkan menguasai bahasa internasional tersebut dengan baik.
“Menariknya pemateri langsung dari Harvard jadi paparannya total menggunakan bahasa Inggris. Makanya peserta diwajibkan punya sertifikat bahasa Inggris,” katanya.
Anisa menimpali banyak materi yang bisa ia coba terapkan ketika kegiatan belajar mengajar di sekolah. Seperti bagaimana cara menguraikan dan menyampaikan masalah, memberikan nilai maupun memberikan umpan balik (feedback) ke anak didik.
“Yang kita bisa tiru lagi adalah soal etika dalam pembelajaran (Academic Honesty). Salah satunya siswa tidak boleh plagiasi atau asal copy paste sebuah materi dari sumber lain. Serta jangan lupa mencantumkan sumber dari mana,” imbuh Anisa.
Program Microcredential CS50x Indonesia-Harvard University sendiri merupakan bagian dari kerja sama antara Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Total seluruh Indonesia ada 269 guru yang mengikuti program tersebut. (Wahyu Adi).

