Pengeroyokan Di Depan Balai Desa Lodan Kulon, Tersangka Diciduk Dari Dua Kota Berbeda
Tim Opsnal Polres Rembang menggrebek salah satu lokasi pelarian tersangka. (Foto atas) Dua tersangka pelaku (jongkok) usai ditangkap Tim Opsnal Polres Rembang.
Tim Opsnal Polres Rembang menggrebek di salah satu lokasi pelarian tersangka. (Foto atas) Dua tersangka pelaku (jongkok) usai ditangkap Tim Opsnal Polres Rembang.

Sarang – Tim Opsnal Polres Rembang bersama Unit Reskrim Polsek Sarang membekuk 2 orang tersangka pelaku kasus pengeroyokan yang terjadi di depan Balai Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.

Keduanya berinisial MF (23 tahun) warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang dan SM (28 tahun) asli warga Lodan Kulon, namun ber-KTP Desa Beji Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur, karena ikut kakaknya.

MF diciduk dari Gresik, Jawa Timur. Dalam pelariannya ia ikut bekerja di proyek perumahan, sedangkan SM ditangkap dari Sidoarjo Jawa Timur, bekerja di proyek pembangunan Masjid.

Setelah melakukan pengeroyokan, keduanya memang diketahui kabur ke daerah tersebut (Gresik dan Sidoarjo-Red).

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo didampingi Kaur Binops Satreskrim Iptu Widodo Eko Prasetyo dan Kanit Opsnal Aiptu Yudi Supriyanto menjelaskan kedua tersangka tiba di Mapolres Rembang, Kamis malam (04/01) sekira pukul 23.00 Wib.

“Ya benar, keduanya Jum’at pagi menjalani pemeriksaan, untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Iptu Widodo.

Widodo menambahkan peristiwa pengeroyokan itu dialami Masroh (23 tahun) warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang di depan Balai Desa Lodan Kulon pada hari Senin tanggal 01 Januari 2024 sekira pukul 17.30 wib menjelang Maghrib.

Masroh menderita luka-luka, bahkan menjalani rawat inap di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

“Waktu ditolong pertama kali oleh warga, korban tersungkur tak sadarkan diri. Awalnya dibawa ke Puskesmas Sedan, kemudian dirujuk ke RSUD dr. R. Soetrasno. Kening korban mengalami luka sobek, sekarang sudah sadar dan mulai membaik,” jelasnya.

Terkait pemicu pengeroyokan, polisi hingga saat ini masih melakukan pendalaman. Namun diduga ada keterkaitan masalah lama, antara pemuda Dusun Brau dan Dusun Nduru Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang.

Tersangka dan korban berasal dari dua dusun berbeda tersebut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan