Ikan Berlimpah Sendang Brubulan Sulit Ditemukan Lagi, Kades Ungkap Pemicunya
Kepala Desa Pasucen, Salamun saat berada di Sendang Brubulan.
Kepala Desa Pasucen, Salamun saat berada di Sendang Brubulan.

Gunem – Ada yang membedakan antara Sendang Brubulan Desa Pasucen Kecamatan Gunem, antara dulu dan sekarang. Dulu tempat ini banyak sekali ikannya, tapi sekarang sudah sangat jarang. Bahkan satu saja, sulit ditemukan.

Kepala Desa Pasucen, Salamun membenarkan sempat beredar mitos tidak boleh mengambil ikan dari Sendang Brubulan. Kalau nekat, maka akan jatuh sakit.

“Saya sendiri malah bagus ada mitos seperti itu, biar ikannya nggak punah,” ujarnya.

Seiring bergulirnya waktu, banyak orang dari luar kampung justru mengambil ikan dari Sendang Brubulan. Bahkan dengan cara disetrum menggunakan listrik. Lambat laun ikan di sendang Brubulan pun habis.

“Akhirnya ya habis. Kalau orang sini sendiri masih berpegang pada mitos itu,” kata Kades.

Meski demikian Salamun bersyukur debit air di Sendang Brubulan masih berlimpah, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga sejumlah desa. Tidak hanya di Pasucen saja.

“Airnya digunakan warga Desa Timbrangan, Tegaldowo bahkan sampai desa di sekitar Gunung Buthak sana. Debit air masih stabil,” imbuhnya.

Saat kemarau panjang pun, airnya tidak pernah mengering. Apalagi kawasan Sendang Brubulan sudah ditata, sehingga kondisinya menjadi lebih baik.

“Kalau musim penghujan, airnya agak keruh. Dulu yang namanya orang desa, sendang seperti ini ya dibiarkan saja, yang penting air mengalir. Setelah kami dibantu Semen Gresik, kerja sama dengan BUMDes, sekarang lebih tertata,” ujar Salamun.

Pihak desa mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan pemuda, untuk mengoptimalkan potensi air di Sendang Brubulan menjadi lebih produktif.

“Yang terpenting keberadaannya benar-benar dijaga, tidak sekedar menggunakan airnya,” pungkas Kades. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan