Dua Nama Tidak Masuk DCT, Ternyata Ini Alasannya!! Ada Yang Lebih Pilih Jadi BPD
Komisioner KPU Rembang, Maskutin. (Insert) pengumuman DCT anggota DPRD Kabupaten Rembang.
Komisioner KPU Rembang, Maskutin. (Insert) pengumuman DCT anggota DPRD Kabupaten Rembang.

Rembang – Dua nama tidak memenuhi syarat dalam pengumuman daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Kabupaten Rembang untuk Pemilu 2024, hari Sabtu (04 November 2023).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, Maskutin menjelaskan saat pengumuman daftar calon sementara (DCS) beberapa waktu lalu, totalnya 516 orang.

Tapi setelah diumumkan menjadi daftar calon tetap (DCT), berjumlah 514 orang, sehingga ada 2 yang tidak memenuhi syarat. Dari 514 itu, rinciannya laki-laki 301 orang dan perempuan 213 orang.

Dua nama yang tidak masuk DCT adalah Arif Sugiyanto dari Partai Gelora untuk daerah pemilihan Rembang II (Lasem & Pancur), karena yang bersangkutan terbukti menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ia menyatakan mundur dari pencalonan dan tidak mau berhenti menjadi anggota BPD.

“Syaratnya kan harus mundur dari BPD kalau menjadi Caleg, yang bersangkutan ternyata lebih memilih jadi BPD,” bebernya.

Kemudian Muhammad Lutfi Muis dari Partai Perindo untuk daerah pemilihan Rembang III (Sluke & Kragan), karena mengundurkan diri.

“Ia mundur dari pencalonan dan namanya sudah dihapus dari aplikasi pencalonan oleh partainya sendiri,” kata Maskutin.

Setelah DCT diumumkan, sebenarnya ada waktu 3 hari bagi partai politik untuk mengajukan gugatan. Namun ia berharap di Kabupaten Rembang tidak sampai terjadi, karena sudah dikomunikasikan sebelumnya.

“Semoga tidak ada, karena semua sudah dikomunikasikan dan sudah menerimakan daftar Caleg yang memenuhi syarat maupun tidak memenuhi syarat,” imbuhnya.

Begitu sudah menjadi DCT, mereka para Caleg tidak boleh mengundurkan diri. Kecuali meninggal dunia atau tersangkut kasus pidana. Itupun kalau sampai mundur, nama yang bersangkutan tetap tercantum dalam surat suara, tapi dicoret.

“Tidak dihapus, tapi nama Caleg yang sudah jadi DCT lalu mundur, dicoret. Di surat suara nggak ada foto Caleg, yang ada nomor urut partai, nama partai, nomor urut Caleg dan nama Caleg,” tandasnya.

Pihaknya hari Senin (06/11) akan ke Jakarta untuk melakukan finalisasi surat suara, seusai DCT diumumkan.

“Hari Kamis kemarin kami sudah mengumpulkan petugas penghubung partai politik, guna validasi data terkait surat suara. Senin besok saya ke Jakarta, memastikan surat suara yang akan dicetak sudah sesuai,” pungkas wanita warga Desa Krikilan Kecamatan Sumber ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan