Tak Hanya Warga Yang Tertekan, Ternak pun Ikut Terdampak
Anggota Koramil Pancur, Selasa (12/09) memasukkan bantuan air ke dalam tandon penampungan di Desa Kedung Kec. Pancur.
Anggota Koramil Pancur, Selasa (12/09) memasukkan bantuan air ke dalam tandon penampungan di Desa Kedung Kec. Pancur.

Pancur – Bencana kekeringan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah semakin meluas. Termasuk melanda desa-desa pelosok di kawasan perbukitan. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, anggota TNI turun langsung menggelar droping air bersih.

Anggota TNI dari Koramil Pancur, Rembang, hari Selasa (12 September 2023) bekerja sama dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) angkatan ’76 mendatangi Desa Kedung Kecamatan Pancur, sebuah kampung di kaki bukit.

Anggota TNI bahkan mengemudikan sendiri truk tangki, untuk menuju desa tersebut. Medan jalan berupa tanjakan curam, membuat mereka harus siap batu pengganjal ban kendaraan, jika sewaktu-waktu diperlukan.

Saat tahu kedatangan truk tangki pembawa air bantuan, masyarakat langsung berlarian keluar rumah, khawatir tidak kebagian. Kekeringan di Desa Kedung ini terjadi, karena hampir semua sumber air mengering. Suplai air Pamsimas yang diambilkan dari luar desa pun, ikut macet.

Tarmuji, seorang warga Desa Kedung mengungkapkan tidak hanya berdampak ke ratusan warga, kesulitan air bersih juga berimbas pada berkurangnya air minum ternak. Kalau harus mengurangi air minum ternak, Tarmuji merasa tidak tega.

“Sehari 3 kali comboran. Kalau dikurangi minumnya kasihan, soalnya makanan rumput saja sudah berkurang, “ ujarnya.

Kepala Desa Kedung, Suhadi menjelaskan pemerintah desa sejatinya sudah beberapa kali melakukan pengeboran, guna menambah debet air. Namun sayang, belum menemukan sumber air.

“Kena batu padas, itu sudah dalam banget lebih dari 80 an Meter. Seingat saya sudah 3 kali ngebor, “ kata Kades.

Sementara itu, Danramil Pancur, Kapten Wardiyana membeberkan ada 3 desa di wilayahnya yang menjadi prioritas bantuan air, yakni Kedung, Kalitengah dan Desa Warugunung.

Penyaluran air sebagai upaya meringankan beban warga, sambil menunggu musim penghujan tiba.

“Kita pahami kesulitan masyarakat, apalagi mereka sangat membutuhkan sekali. Kami kerja sama dengan berbagai elemen, salah satunya dengan Komando 76. Semoga bantuan manfaat dan barokah, “ beber Danramil.

Di Kabupaten Rembang, hingga mendekati pertengahan bulan September 2023, sudah ada 31 desa yang mengalami kesulitan air bersih. Jumlah itu akan semakin bertambah, karena musim penghujan diramalkan baru terjadi pada bulan November mendatang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan