Ikuti Trend Perkembangan, Wasit Di Rembang Gunakan Alat Bantu Komunikasi
Wasit dari Rembang ketika memimpin pertandingan Liga 3. (Foto atas) Wasit Rembang saat memimpin final Nasdem Cup di Lapangan Mbesi, Rembang, tampak menggunakan alat bantu komunikasi.
Wasit dari Rembang ketika memimpin pertandingan Liga 3. (Foto atas) Wasit Rembang saat memimpin final Nasdem Cup di Lapangan Mbesi, Rembang, tampak menggunakan alat bantu komunikasi.

Rembang – Sejumlah wasit sepak bola di Kabupaten Rembang sudah mulai menggunakan alat komnunikasi khusus, selama mereka memimpin pertandingan. Layaknya seperti wasit kelas internasional di ajang Piala Dunia.

Meski laga antar kampung pun, alat berupa microphone yang menempel di pipi dan tersambung ke telinga tersebut, dipakai oleh wasit utama, dua wasit pembantu atau hakim garis dan wasit cadangan.

Tujuannya, untuk memudahkan komunikasi satu sama lain, sehingga dalam memberikan keputusan, akan lebih akurat.

Fandi Ahmad, seorang wasit sepak bola dari Desa Weton, Rembang mengatakan dirinya sudah menggunakan alat komunikasi tersebut, pada saat memimpin pertandingan Liga 3 Jawa Tengah, baru-baru ini.

“Itupun kami izin dulu ke Asprov PSSI Jawa Tengah, ternyata diperbolehkan, “ kata Fandi, Selasa (27 Desember 2022).

Kemudian pada waktu laga final Nasdem Cup di lapangan Mbesi Rembang, Senin (26/12), perangkat itu juga dioperasikan. Meski turun hujan deras, namun tidak ada kendala.

“Alhamdulilah lancar, nggak ada kendala. Itu kan seperti baterai HP ya. Jadi kalau habis, tinggal dicharge saja, “ imbuhnya.

Fandi menceritakan alat komunikasi dibeli, hasil dari patungan rekan-rekannya sesama wasit. Uang honor ketika memimpin pertandingan disisihkan, kemudian digunakan untuk membeli paket seperangkat alat komunikasi yang harganya sekira Rp 3 Juta.

“Honor wasit mas, dikumpulkan sedikit-sedikit, lalu dipakai untuk beli. Kemarin ada rekan yang mengkoordinir, “ terangnya.

Fandi Ahmad yang sudah mengantongi lisensi wasit sepak bola C 1 Nasional ini membenarkan dengan adanya piranti tersebut, komunikasi antara wasit utama, hakim garis dan wasit cadangan menjadi lebih cepat.

Mulai komunikasi tentang jenis pelanggaran keras yang layak mendapatkan kartu kuning atau kartu merah, offside maupun berapa lama tambahan waktu.

“Kuncinya untuk memudahkan komunikasi, supaya kita nggak harus jauh-jauh berlari mendekati kejadian. Jadi pakai alat komunikasi saja, omong-omong, “ tandas Fandi.

Pada pertandingan-pertandingan penting di level Tarkam pun, menurutnya keberadaan alat komunikasi layak digunakan para wasit.

Saat ditanya apakah dengan tambahan piranti itu, honor wasit dinaikkan ? Fandi mengakui sementara ini masih tetap. Baginya yang terpenting, alat komunikasi untuk meminimalkan kesalahan saat wasit memutuskan, sehingga pertandingan lancar dan aman sampai selesai. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan