
Rembang – Ibu hamil boleh berpuasa di bulan suci Ramadhan, tapi harus memperhatikan sejumlah hal.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Wiwik Susanti Sp.OG dalam talk show Bintang Sehat (Bincang-Bincang Tentang Kesehatan) di Radio R2B, Kamis malam (31/03) mengatakan puasa Ramadhan terkadang memicu kegalauan di kalangan wanita ibu hamil muslimah.
Satu sisi, ingin tetap menjalankan ibadah wajib, namun di sisi lain muncul kekhawatiran terhadap kondisi bayinya.
“Boleh nggak ibu hamil berpuasa, jawabannya boleh. Tapi dengan banyak syarat, “ ungkapnya.
Dokter asal Kecamatan Sedan, Rembang ini membeberkan kehamilan dibagi menjadi trimester pertama, trimester kedua dan trimester ketiga, dengan karakter dan kebutuhan gizi berbeda.
Yang paling disarankan boleh berpuasa, ketika sudah memasuki trimester kedua atau rentang waktunya antara usia kandungan 4 – 6 bulan.
“Untuk trimester pertama, umumnya ibu hamil merasakan mual dan muntah, nyidam. Kalau dipakai puasa, asam lambung akan naik. Tidak dianjurkan puasa, apalagi kalau mual muntah berlebihan. Yang trimester kedua, ibu fisiknya lebih kuat dan bayi belum berukuran besar, belum begitu membutuhan asupan gizi banyak. Lhah kalau trimester ketiga, bayinya lebih besar, otomatis membutuhkan asupan gizi lebih banyak. Jadi untuk puasa, amannya di trimester kedua, “ terang dr. Wiwik.
Tapi yang baru hamil muda (1 – 3 bulan) maupun hamil tua (7 – 9) jika menghendaki tetap ingin berpuasa, ia menyarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter spesialis kandungan, guna dideteksi lebih dini, apakah kondisi ibu maupun janin, memungkinkan atau tidak.
“Dikonsultasikan dulu ke dokter, nanti akan dicek dan diukur kondisi bayi, ada hitung-hitungannya sesuai umur kandungan. Kuncinya, jangan memaksakan diri. Kalau ragu-ragu dan berdampak pada psikis, sebaiknya jangan, “ imbuhnya.
Lebih lanjut Wiwik menyebutkan sejumlah tips bagi ibu hamil, agar tetap aman selama puasa. Pertama, pola makan dijaga, minimal 3 kali dalam sehari, yakni waktu berbuka, kemudian malam hari sebelum tidur dan di saat sahur.
“Jadi dioptimalkan makan pada malam hari. Sahur harus tetap makan. Jangan sampai ibu hamil mau puasa, nggak sahur. Kalau nggak sahur, saran saya, ndak usah puasa, “ bebernya.
Kedua, makan makanan bergizi dan rutin minum susu. Termasuk mengkonsumsi vitamin ibu hamil. Kalau ada keluhan, ia menyarankan periksa ke bidan desa atau dokter kandungan.
“Jadi ketika ibu hamil puasa, jam setengah 5 sore misalnya, kok pusing nggliyeng, nggak kuat. Mungkin ada perasaan eman-eman, kurang sebentar lagi. Saran saya jangan dipaksakan dan segera batalkan puasa. Lain waktu, puasanya bisa diganti, “ pungkas dr. Wiwik.
Talk Show Bintang Sehat ini dipersembahkan oleh RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Rembang.
Khusus pada bulan Ramadhan, talk show tersebut bisa anda dengarkan setiap Kamis jam 12.00 – 13.00 Wib di Radio R2B 98,4 dan Citra Bahari 101,9 FM, dengan pembahasan topik-topik menarik lainnya. (Musyafa Musa).

