Menjadi Banjir Terparah, Begini Kondisi Terkini SMP N I Sumber
Banjir merobohkan pagar depan sekolah SMP N I Sumber. (Foto atas) Siswa menggelar kerja bhakti, Kamis (10/03).
Banjir merobohkan pagar depan sekolah SMP N I Sumber. (Foto atas) Siswa menggelar kerja bhakti, Kamis (10/03).

Sumber – Pihak sekolah SMP N I Sumber, hari Kamis (10 Maret 2022) belum bisa melakukan aktivitas pembelajaran untuk siswa, pasca banjir besar yang melanda sekolah tersebut, Rabu sore (09/03).

Kepala SMP N I Sumber, Isti Chomawati mengatakan jumlah siswa sebanyak 386 anak, menyebar di 14 ruang kelas.

Menurutnya, aktivitas belajar mengajar belum memungkinkan, karena seluruh ruang kelas maupun ruang-ruang lainnya terendam banjir bercampur lumpur, setelah pagar depan sekolah sepanjang 30 – 40 Meter dan pagar belakang sekolah sepanjang 100 an Meter ambruk.

Apalagi posisi sekolah lebih rendah, dibandingkan jalan raya. Akibatnya, air langsung menggelontor masuk ke dalam lingkungan sekolah.

“Nggak ada ruangan yang tidak kebanjiran, semua kemasukan air mas, soalnya pagar depan dan pagar belakang sekolah roboh, air pun seperti ditumpahkan begitu saja, “ ungkapnya.

Maka pihak sekolah mengerahkan semua guru dan murid sejak Rabu malam hingga Kamis pagi ini, untuk kerja bhakti membersihkan sisa-sisa banjir. Barang-barang yang ada di dalam ruangan, dikeluarkan dan dijemur.

“Jadi semua siswa tetap masuk. Alat musik, rebana, peralatan gamelan, kita keluarkan, “ imbuh Isti.

Isti Chomawati menambahkan pembersihan sehari belum akan tuntas. Ia memperkirakan kalau cuaca cerah, 2 – 3 hari kedepan, kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan kembali.

“Buku di perpustakaan ada yang basah, kalau komputer alhamdulilah posisinya di atas meja, sehingga masih aman. Semoga ada panas hari ini, supaya mempercepat pemulihan, “ terangnya.

Pihak Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang sudah meninjau langsung dampak banjir di SMP N I Sumber.

“Hasil koordinasi saya dengan pak Kepala Bidang Pembinaan SMP, untuk kerusakan fisik akan segera diupayakan penanganan, “ ujarnya.

Banjir yang menerjang sekolah dengan lokasi di depan Puskesmas Sumber ini, pernah terjadi 20 tahun lalu. Namun banjir kali ini dianggap paling parah.

“Do’akan semoga menjadi banjir yang terakhir mas, “ pungkas Isti. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan