Kunjungi Proyek Kota Pusaka Lasem, Menteri PUPR Lontarkan 2 Pernyataan Penting
Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (topi biru) mengunjungi kawasan penataan Kota Pusaka Lasem, Minggu (02/01).
Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (topi biru) mengunjungi kawasan penataan Kota Pusaka Lasem, Minggu (02/01).

Lasem – Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono meminta kontraktor yang menangani proyek Kota Pusaka Lasem, untuk berhati-hati, karena kegiatan fisik tersebut berkaitan dengan masalah seni.

Saat berkunjung ke Lasem, Kabupaten Rembang, hari Minggu (02 Januari 2022), Basuki mengatakan proyek dijadwalkan selesai bulan Agustus tahun 2022. Ia mendorong kontraktor jangan terburu-buru, yang penting asal cepat selesai.

“Ini barang seni, jadi harus hati-hati. Nggak grudak-gruduk asal selesai, jadi harus hati-hati, “ ungkapnya kepada para wartawan.

Basuki menambahkan perkembangan proyek Kota Pusaka Lasem saat ini sudah mencapai 30%, dengan sasaran renovasi Masjid, pembangunan pasar dan penataan kawasan Pecinan.

Khusus penataan trotoar pinggir jalur Pantura Lasem, dirinya meminta agar diperpanjang, sehingga Lasem kedepan lebih baik.

“Tadi saya juga cek Bendungan Randugunting Blora yang sudah selesai, merupakan bendungan ke-14 yang akan diresmikan. Untuk wilayah Lasem, saya minta penataan trotoar di pinggir jalur Deandels (Pantura) diperpanjang, “ imbuh Basuki.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Moch. Arwani Tomafi yang hadir dalam kesempatan itu berjanji pihaknya akan turut mengawasi kelangsungan proyek. Jika kelak sudah selesai, Arwani yang juga politisi PPP asal Lasem ini berharap mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Outputnya ditujukan semua pada kesejahteraan masyarakat. Tadi benar, perspektif seninya jadi harus betul-betul dikerjakan lebih baik. Kita akan mengawasi, “ tandas Arwani.

Selain untuk mengungkit ekonomi, penataan Kota Pusaka Lasem juga sebagai sarana melestarikan Lasem yang dikenal sebagai Kota Toleransi.

Sebelumnya, proyek itu dianggarkan dari pemerintah pusat sekira Rp 110 Miliar, dengan luas area yang menjadi sasaran mencapai 13,6 Ribu meter persegi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *