Final U-15 Diwarnai Hujan Kartu, Bina Sakti Menjadi Tim Terbaik
Pemain Bina Sakti menerima piala sebagai juara 1 U-15 tahun. (Foto atas) Kiper Kuangsan FC tertunduk, setelah dikartu merah wasit.
Pemain Bina Sakti menerima piala sebagai juara 1 U-15 tahun. (Foto atas) Kiper Kuangsan FC tertunduk, setelah dikartu merah wasit.

Rembang – Pertandingan sepak bola Piala Askab PSSI Kabupaten Rembang usia 15 tahun di Stadion Krida Rembang, Senin sore (20 Desember 2021) berlangsung cukup keras, namun tetap menjunjung tinggi semangat sportivitas.

Laga final ini mempertemukan antara tim Bina Sakti Desa Kebonagung (Bencili) Kecamatan Sulang dengan tim Kuangsan FC Kecamatan Kaliori. Pertandingan dimenangkan Bina Sakti melalui gol semata wayang yang dicetak Elnino Uanagden pada menit ke 24 babak pertama.

Setelah itu, tensi pertandingan semakin meningkat. Pelanggaran-pelanggaran keras terjadi. Tercatat ada 14 kali pelanggaran. Wasit Muchlisin mencabut 3 kartu merah dan 3 kartu kuning.

Kartu merah diberikan kepada pemain Bina Sakti Elnino dan pemain Kuangsan Muhammad Nafi, karena keduanya terlibat keributan.

Kartu merah berikutnya diberikan kepada penjaga gawang Kuangsan Ahmad Juneidi, lantaran melakukan pelanggaran keras di luar kotak penalti.

Posisi kiper Tim Kuangsan kemudian digantikan pemain lain. Baru saja menempati posisi penjaga gawang, yang bersangkutan sempat mengerang kesakitan saat menangkap bola, karena diduga kemaluannya terkena hantaman bola. Beruntung, masih mampu melanjutkan pertandingan.

Cukup banyak peluang tercipta, terutama dari tim Bina Sakti. Namun skor 1 – 0 bertahan sampai pertandingan selesai.

Pelatih Bina Sakti, Kirwanto mengaku bersyukur anak-anak asuhnya bisa tampil maksimal.

“Untuk tim lawan, permainan sangat bagus sekali, “ ungkapnya.

Kirwanto menambahkan pemain masih berusia muda, maka ia mendorong untuk tetap rajin berlatih, karena jenjang kedepan masih panjang.

“Tim ini sudah kita siapkan agak lama, karena kebetulan juga latihan rutin, “ imbuh Kirwanto.

Sementara itu dari pihak tim Kuangsan sendiri membenarkan materi pemainnya, rata-rata berusia lebih muda ketimbang tim lawan, sehingga kalah postur. Meski menelan kekalahan, namun tetap merasa lega, karena hanya kebobolan 1 gol. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan