
Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz paling tidak setuju ketika ada orang mengatakan kalimat bahwa anak yatim malang nasibnya.
Abdul Hafidz mengatakan anak yatim apalagi anak yatim piatu sangat terhormat, karena disebut-sebut dalam kitab suci Alqur’an.
“Alqur’an tidak pernah memuji anak yang lain. Yang dipuji anak yatim, tidak boleh disentuh dengan kekerasan, “ ujarnya.
Bahkan di dalam kitab suci Alqur’an juga menggariskan anak yatim harus diperhatikan. Bagi yang tidak peduli, merupakan pendusta agama. Sekalipun mereka sudah pernah membangun Masjid dan berulang kali menunaikan ibadah haji.
“Ibaratnya mbangun Masjid ijen (sendiri-Red), wis kaji ping 100, tetap dijadikan pendusta agama, kalau tidak memperhatikan anak yatim. Ini sebagai bentuk penghormatan anak yatim, “ tandas Bupati.
Jika masih ada yang mengatakan anak yatim malang nasibmu, menurutnya sama saja menghina Nabi Muhammad SAW.
“Nabi kita bahkan yatim piatu, jadi kalau ada yang bilang anak yatim anak malang, itu kalimat yang menyakitkan. Saya paling nggak setuju dengan anggapan tersebut, “ imbuhnya.
Mulai tahun 2021 ini, Pemkab Rembang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,1 Miliar, untuk membantu 2.750 anak yatim, yang berusia 15 tahun ke bawah.
Per orang memperoleh Rp 400 Ribu. Ia berharap dengan daerah memperhatikan anak yatim, akan benar-benar menjadikan Rembang Gemilang.
“Terima kasih kepada Dinas Sosial yang sudah merencanakan hingga pelaksanaan. Habis ini dievaluasi apa dampak dari program ini, “ pungkas Bupati. (Musyafa Musa).

