“Meski Sinyal HP Sangat Sulit, Tapi Selalu Ngangenin…”
Pegiat IMMR foto bareng dengan Rumpi dan anaknya, Suntari. (foto atas) Suasana Dusun Ngotoko terlihat dari sisi utara.
Pegiat IMMR foto bareng dengan Rumpi dan anaknya, Suntari. (foto atas) Suasana Dusun Ngotoko terlihat dari sisi utara.

Bulu – Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR), hari Minggu (22 Agustus 2021) membawa bantuan untuk diserahkan kepada keluarga Rumpi, wanita usia 43 tahun yang tinggal di lokasi paling terpencil, Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, sebuah kampung tengah hutan perbatasan Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora.

Rizky Bagus Pamungkas Dan Fichi Rangga dari IMMR mengaku yang paling berkesan adalah akses jalan menuju rumah Rumpi sangat menantang. Meski demikian keduanya yang berasal dari Desa Kabongan Kidul – Rembang ini merasa senang bisa menikmati suasana beda.

“Walaupun ditempuh dengan penuh perjuangan, bagi saya sangat berkesan, “ kata Bagus.

“Seru juga sich, bisa lihat pemandangan ijo-ijo, kemudian berbagi dengan warga di Ngotoko, “ ungkap Fichi.

Sementara itu koordinator kegiatan, Romy Adi menuturkan bakti sosial untuk keluarga Rumpi di Dusun Ngotoko merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-10 Ikatan Mas Mbak Rembang.

“Peringatan 1 dekade IMMR ini, datang ke Ngotoko merupakan spesial event, “ ujarnya.

Pihaknya memilih sasaran keluarga Rumpi, karena kebetulan anaknya, Suntari pernah ikut dalam kegiatan sebelumnya, Rembang Edu Camp, beberapa waktu lalu. Selain itu, perjuangan mereka setelah ditinggal sang ayah, memberikan inspirasi banyak orang.

Menurut Romy, suasana Dusun Ngotoko selalu memicu rasa kangen untuk datang lagi. Meski di lokasi itu jauh dari pusat Kota Rembang dan sangat sulit mendapatkan sinyal HP.

“Saya masih ingat saat menginap di rumah warga Ngotoko tahun 2020 lalu, syahdu banget. Bagi saya Ngotoko bikin nagih dan ngangenin, “ imbuh pemuda warga Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori ini.

Romy berharap kepedulian pemerintah terhadap dusun-dusun terpencil seperti Ngotoko terus ditingkatkan. Beberapa hal yang masih ketinggalan adalah infrastruktur jalan di dalam kampung berupa batu-batu terjal dan akses sarana komunikasi masih sulit.

“Do’a kita untuk Ngotoko, semoga ada kemajuan dari waktu ke waktu, “ pungkas Romy. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *