Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Pasca Sarjana UGM Siapkan Banyak Pelatihan
Salah satu potensi wisata di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu. (Foto atas) Pembukaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat mahasiswa pasca sarjana Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Salah satu potensi wisata di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu. (Foto atas) Pembukaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat mahasiswa pasca sarjana Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Bulu – Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang kembali menjadi sasaran Program Pengabdian Kepada Masyarakat mahasiswa pasca sarjana Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Syafiq Effendhy, mewakili Prodi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana UGM dalam pembukaan secara virtual, Jum’at pagi (30 Juli 2021) menjelaskan kegiatan pengabdian akan berlangsung sampai tanggal 12 Agustus 2021.

Menurutnya, kegiatan kali ini merupakan tahap ketiga atau yang terakhir. Tapi ada desa-desa lain di Kabupaten Rembang yang menghendaki kampungnya juga menjadi sasaran pengabdian. Ia menyarankan  menghubungi pihak panitia, untuk ditindaklanjuti.

“Kita teruskan ke tingkat yang lebih tinggi. Jika terealisasi, nanti bentuknya berupa workshop, pelatihan dan pengembangan, “ kata Syafik.

Kepala Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Ahmad Ridwan menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang diberikan selama ini, guna memperkuat sektor wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hanya saja karena kendala pandemi Covid-19, program-program pengembangan yang sudah disiapkan, untuk sementara terhenti.

“Kami berdo’a semoga pandemi cepat selesai, sehingga kami bisa segera merangkul sektor ekonomi, BUMDes maupun sektor lain. Mereka yang semula terpuruk, bisa bangkit lagi, “ ungkapnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang membuka kegiatan itu, menyambut baik upaya pengabdian mahasiswa pasca sarjana Ketahanan Nasional UGM. Ia berharap nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Termasuk ikut membantu mengelola perbedaan pemahaman di tengah warga, guna memicu kebersamaan dan kemajuan.

“Saya ini sudah cukup kenyang mengelola konflik. Mulai PLTU Sluke, kemudian pabrik semen. Konfliknya sangat kuat, alhamdulillah berakhir dengan baik. Nantinya ide dan gagasan temen-temen akademisi ini semoga akan mampu memacu kebersamaan, “ tandas Bupati.

Selama berada di Desa Kadiwono, pengabdian mahasiswa pasca sarjana Program Studi Ketahanan Nasional UGM akan diwujudkan dalam bentuk pelatihan minuman rempah dan promosi, pelatihan pembuatan pakan ternak dan fermentasi penghijauan, pelatihan teknik pengomposan, pelatihan pembuatan disinfektan dan hand sanitizer berbahan alami.

Setelah itu, dilanjutkan pelatihan sabun organik dari daun kelor, pelatihan manajemen Pokdarwis dan paket wisata di tengah pandemi, serta pelatihan pembuatan produk olahan makanan dari daun kelor. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *