Tempat Tidur Pasien Covid-19 Ditambah, Direktur RSUD Rembang Ungkap Fenomena Yang Kerap Terjadi
PJ Sekda Rembang, Edy Supriyanta didampingi pejabat terkait memberikan keterangan pers. (Foto atas) ruang isolasi penanganan Covid-19 RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.
PJ Sekda Rembang, Edy Supriyanta didampingi pejabat terkait memberikan keterangan pers. (Foto atas) ruang isolasi penanganan Covid-19 RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Rembang – Pihak Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya meningkatkan ketersediaan tempat tidur, untuk menangani pasien Covid-19.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Edy Supriyanta menyampaikan masalah tersebut, dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Setda Rembang, Jum’at pagi (25 Juni 2021).

Sebelumnya sempat muncul informasi bahwa bed occupancy ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur pasien Covid-19 di Kabupaten Rembang mencapai 100 %. Padahal sebenarnya sudah disiapkan tambahan.

Ia membeberkan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, per hari Jum’at sudah siap 215 tempat tidur dan sudah terpakai 188, kemudian Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada dari kapasitas 55, sudah terisi 49 dan Rumah Sakit Islam Arafah dari 20 tempat tidur terisi 12 pasien.

“Kita turut melibatkan rumah sakit swasta, untuk melakukan penanganan pasien Covid-19. Pasien luar daerah apakah bisa ikut dirawat, situasional melihat kesiapan tempat tidur, “ paparnya.

Selain itu, 14 Puskesmas di Kabupaten Rembang juga menyiapkan total 50 tempat tidur, dan baru terpakai 20. Khusus Puskesmas, hanya merawat pasien Covid-19 gejala ringan.

“Jika ditotal semua, kapasitas 340 tempat tidur, yang terpakai 271. Sisanya 69, jadi angka BOR kita menjadi 79,71 %, “ rinci Edy.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Agus Setyo Hadi Purwanto mengamati fenomena belakangan ini pasien yang masuk ke rumah sakit, rata-rata sudah dalam kondisi parah.

Maka ia mengimbau warga yang mengalami gejala terindikasi Covid-19 untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, supaya lekas mendapatkan penanganan medis.

“Jangan karena takut, akhirnya menghalangi nggak mau periksa. Kita akui di bulan Juni ini pasien yang masuk rumah sakit, sudah dalam keadaan berat. Ada yang 1 atau 2 hari dirawat, sudah tidak tertolong, “ ungkapnya.

Guna melakukan pelayanan cepat saat kondisi darurat, bagi masyarakat yang memerlukan mobil ambulance menuju fasilitas kesehatan, dipersilahkan untuk menghubungi nomor 119, Public Savety Center (PSC) Rembang. Nomor tersebut siaga 24 jam dan siap menerima laporan warga. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *