Alun-Alun Rembang Ditutup, Begini Komentar Pegiat Olahraga Dan Pedagang
Alun-Alun Rembang ditutup sementara.
Alun-Alun Rembang ditutup sementara.

Rembang – Alun-Alun Rembang, ditutup mulai pukul 12.00 Wib Sabtu siang (12 Juni 2021) sampai dengan hari Minggu (13/06) pukul 12.00 siang. Para pedagang kaki lima (PKL) dilarang berjualan selama rentang waktu tersebut.

Kebijakan itu diambil Bupati Rembang, Abdul Hafidz untuk mengurangi potensi kerumunan orang, setelah penderita Covid-19 di Kabupaten Rembang meningkat dan naik tingkat menjadi zona merah.

Abdul Hafidz mengatakan di luar jam itu, Alun-Alun Rembang tetap dibuka seperti biasa. Pihaknya tidak ingin memperburuk perekonomian masyarakat, tetapi sebatas ingin mencegah kerumunan, karena pada Sabtu malam dan Minggu pagi biasanya kawasan Alun-Alun ramai pengunjung.

Solusi Keluhan Lambung

“Jadi setelah kita evaluasi, harus ada langkah-langkah yang lebih ekstrim, nggak sekedar woro-woro, karena perkembangan kasus Covid-19 masih terus meningkat, “ terang Bupati.

Abdul Hafidz mengakui dirinya menuai banyak protes dari kebijakan menutup Alun-Alun. Bahkan dengan kata-kata yang cukup pedas. Baginya tidak masalah, karena hal itu resiko sebagai pejabat publik.

Tapi justru akan lebih berbahaya, jika tidak ada langkah-langkah sama sekali. Pasalnya, begitu kematian akibat Covid-19 melonjak, ujung-ujungnya tetap pemerintah yang disalahkan.

“Ada yang misuh, ada yang bilang gaji Bupati tak minta boleh apa tidak. Saya ndak masalah, tapi akan lebih bahaya kalau kita nggak punya kebijakan. Kayak apa nanti coba, “ imbuhnya.

Penutupan Alun-Alun ditandai dengan pemasangan gason pembatas di sisi utara, timur dan selatan. Petugas Satpol PP Kabupaten Rembang tampak berjaga-jaga. Sejumlah pekerja memasang banner berukuran besar, mengumumkan Alun-Alun ditutup sementara.

Seorang warga Kelurahan Sidowayah, Rembang, Muhammad Ikhwan mengaku setiap hari berolahraga di Alun-Alun, guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia sudah membaca Surat Edaran Bupati melalui pesan berantai WhatsAp. Ikhwan menyatakan yang dilarang pedagang kaki lima berjualan, sedangkan aktivitas olahraga tidak dilarang.

“Yang saya pahami dari Surat Edaran itu, PKL dilarang berjualan. Nggak ada ketentuan olahraga di Alun-Alun dilarang, “ kata Ikhwan.

Jatmiko, salah satu pemilik angkringan yang biasa beroperasi pada waktu pagi hari di Alun-Alun Rembang mau memahami kebijakan Bupati, karena terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Ya dibilang berat nggak berat, mau gimana lagi, memang kondisinya pandemi seperti ini. Saya patuh saja dengan arahan pemerintah, “ ungkapnya.

Perkembangan soal pekan-pekan berikutnya, apakah Alun-Alun Rembang masih ditutup lagi atau tidak, akan diumumkan lebih lanjut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *