Isolasi OTG : Alasan Dibalik Batalnya GOR Mbesi, Pemkab Lebih Memilih Hotel Puri
Hotel Puri Indah Rembang dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri terpusat.
Hotel Puri Indah Rembang dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri terpusat.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Sabtu siang (12 Juni 2021) menyampaikan wilayah Kabupaten Rembang sudah masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Hafidz menyatakan hal itu setelah rapat koordinasi di Pendopo Museum Kartini Rembang, membahas penanganan Covid-19.

Alasan zona orange naik menjadi zona merah, karena angka kematian tinggi. Selain itu, warga yang terpapar Covid-19 per Sabtu siang sudah mencapai 456 kasus. Bahkan pecah rekor tertinggi, sejak bulan Desember lalu. Trend kenaikan tersebut, menurutnya sangat mengkhawatirkan.

Solusi Keluhan Lambung

“Benar, Kabupaten Rembang sudah zona merah, “ terangnya.

Abdul Hafidz menambahkan pihaknya melakukan langkah-langkah untuk menekan kasus Covid-19, diantaranya membatasi aktivitas masyarakat dan menetapkan Hotel Puri Indah di dekat Perumahan Puri Mondoteko, Jl. Pemuda Rembang sebagai tempat isolasi mandiri terpusat.

Nantinya Hotel Puri dijadikan tempat warga terpapar Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) dan akan difungsikan mulai hari Minggu (13 Juni 2021) pukul 09.00 Wib.

“Teknisnya dari kecamatan menuju Hotel Puri, warga diangkut menggunakan bus khusus. Pendataan dan sosialisasi langsung ditangani oleh otoritas terkait di masing-masing kecamatan, “ kata Bupati.

Pemkab Rembang batal menggunakan GOR Mbesi, Gedung Haji maupun Balai Kartini menjadi tempat isolasi terpusat, karena dinilai sarana pra sarana nya belum layak.

“Kata pak Dandim, pak Kapolres, orang sehat saja masuk GOR bisa mati, apalagi orang sakit. Ibaratnya seperti itu, makanya kita pilih hotel, “ tandasnya.

Hafidz memastikan perlu upaya lebih ekstrim, agar Covid-19 tidak semakin meluas. Bupati mengutip penegasan dari Panglima TNI, kondisi sekarang sudah perang. Kalau perang, jangan sampai menunggu besok. Tapi harus dikerjakan sekarang juga.

“Kalau sudah perang, bicaranya jangan besok-besok, tapi hari ini. Hari ini kita hidup atau mati, “ pungkas Hafidz. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *