Sosok Inspiratif : Tak Mengira, Dari Gang Sempit Ini Dimas FP Menggapai Mimpi
Dimas FP, youtuber yang tinggal di Tawangsari, Kelurahan Leteh, Rembang menunjukkan plakat silver dan gold play button dari Youtube.
Dimas FP, youtuber yang tinggal di Tawangsari, Kelurahan Leteh, Rembang menunjukkan plakat silver dan gold play button dari Youtube.

Rembang – Apakah anda pecinta dunia game free fire (FF) ? Mungkin sempat mengetahui sepak terjang Dimas FP, yang mempunyai nama lengkap Dimas Fajar Saputra.

Nah..kali ini saya akan mengangkat profile Dimas FP, yang tinggal di sebuah rumah sederhana, berada di lorong gang sempit, ikut wilayah Tawangsari, Kelurahan Leteh, Rembang atau sekitar belakang Bank Rembang.

Dimas semula sering ikut turnamen game. Kemudian menemani rekannya di Jakarta, Febriansyah Dwi Wicaksono atau tenar dengan sebutan FDW, membuat content youtube. Dari FDW pula, Dimas disarankan untuk membuat content game di youtube, tapi dengan ciri khas logat Jawa.

“Menurut temen saya itu, saya punya potensi di youtube. Tapi dengan logat Jawa, biar beda gitu, “ kenang Dimas.

Baru memulai youtube pada tanggal 15 Juli 2020 lalu, nama Dimas FP semakin moncer. Bulan Mei 2021 atau belum genap 1 tahun, akun youtube Dimas FP sudah diikuti lebih dari 1,2 Juta subscriber. Ia bahkan sudah menggondol plakat silver play button dan gold play button dari youtube, atas pencapaian tersebut.

Dimas mengakui setelah dirinya membuat content ngevlog dengan sahabatnya, FDW yang mempunyai 6 Juta lebih subscriber, akun youtubenya seketika ikut terangkat.

“Nggak menyangka, meledak banget, sampai ditonton 2,6 Juta viewer, “ tuturnya.

Dimas mengisahkan awal mengisi content game di youtube sampai mempunyai 500 Ribu subscriber, masih menggunakan HP untuk keperluan edit gambar. Ia hanya fokus main, sedangkan edit gambar ditangani temannya yang masih tetangga sendiri dekat rumah.

Setelah memperoleh penghasilan per bulan Rp 10 Juta lebih, baru kemudian membeli laptop dan sarana penunjang lainnya.

“Agloritma youtube naik turun, jadi penghasilan nggak menentu. Tapi alhamdulilah di atas Rp 10 Juta. Ya bersyukur aja, mau viewer sedikit atau banyak, yang penting tetap konsisten, “ imbuhnya.

Kenangan lain, dulu ketika main game, sering dimarahi orang tuanya, terutama sang ibu. Dianggap main game buang-buang waktu saja dan berisik pada malam hari. Kebetulan dalam membuat content di malam hari, lalu diupload pagi.

Setelah ia berhasil membuktikan bahwa dari game bisa memberikan manfaat, orang tuanya pun mendukung penuh.

“Dulu digebukin, katanya game-game melulu. Sekarang kalau malam berisik, ndak apa-apa. Orang tua menyadari, “ papar Dimas tersenyum.

Apa mimpi Dimas yang belum tercapai ? Pemuda berusia 21 tahun ini ingin membeli rumah dan membuat studio yang layak, supaya lebih tenang. Selama ini ia sebatas memanfaatkan kamar depan rumahnya menjadi studio.

“Aku tahu bapak ibu orang biasa, sudah bisa seperti ini seneng banget lah. Alhamdulilah, “ ujarnya.

Dimas turut berpesan untuk anak sekolah yang kecanduan game maupun youtuber pemula.

Bagi anak sekolah, pendidikan tetap harus diprioritaskan. Kalaupun senang main game, bisa mengatur waktu, antara ngegame dan belajar.

“Sore game, malamnya belajar. Jangan sampai mengorbankan sekolah, “ bebernya.

Sedangkan untuk youtuber game pemula, menurutnya jangan terlalu berpikir muluk-muluk. Namun kesempatan yang ada, dijalani sebaik mungkin.

“Kita menunjukkan bakat, bukan menunjukkan gengsi. Kolabs pula dengan temen-temen sesama game, biar lebih menarik. Saya rasa subscriber content game sangat militan kok. Rata-rata menonton yang kita upload, “ pungkasnya.

Sementara itu, ayah Dimas FP, Suparno mengaku bangga anaknya bisa mengembangkan bakat. Beban keluarganya pun menjadi lebih ringan.

“Ya tak terduga saja, rahmat dari Allah SWT. Do’a yang pernah saya panjatkan, dikabulkan, “ kata Suparno.

Suparno berpesan agar Dimas FP jangan sombong di tengah keberhasilannya sebagai youtuber gamer. Kalau ada rezeki, mesti selalu berbagi dengan keluarga kurang mampu.

“Ini kunci sukses, untuk lebih sukses, “ imbuhnya.

Menurut pria yang biasa disapa Gusno ini, sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Begitu pula untuk Dimas FP, dirinya selalu menekankan petuah tersebut. Ketenaran harus diimbangi pula dengan kemanfaatan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *