Ternyata Ini Rahasianya, Merpati Dilepas Ke Alam Bebas Mampu Balik Kandang
PMPL bersiap melepaskan ratusan burung dari Alun-Alun Lasem, Minggu (21/03).
PMPL bersiap melepaskan ratusan burung dari Alun-Alun Lasem, Minggu (21/03).

Rembang – Burung yang satu ini, Merpati tergolong unik. Kenapa ? Karena meski dilepas sejauh belasan hingga puluhan kilo meter, tetap saja bisa kembali lagi ke dalam kandangnya.

Minggu pagi (21 Maret 2021), saya mengikuti kegiatan Perhimpunan Merpati Pos Lasem (PMPL) yang melepaskan 200 an ekor burung merpati dari Alun-Alun Rembang. Ajang semacam ini sering dinamakan Gabur bareng. Per orang ada yang membawa 5 ekor, 10 ekor bahkan belasan ekor Merpati.

Setelah sempat foto-foto di sisi utara Alun-Alun Rembang, anggota PMPL menuju ke tengah lapangan Alun-Alun.

Terlebih dahulu, mereka menyerukan semboyan Perhimpunan Merpati Pos Lasem, yakni Gabur Bareng Ati Seneng, Amblas Ikhlas, Ilang Ora Sumelang. Ketua PMPL, Agus Rohmadi menegaskan setelah melepaskan burung, ternyata tidak kembali ke kandang, baginya tidak masalah. Pihaknya akan berupaya merintis lagi ternak anakan sampai jago terbang atau biasa disebut atlet.

“Semboyan kami memiliki arti kalau hilang ya ikhlaskan saja. Apabila ditemu orang, kami paling memohon dirawat baik-baik gitu aja. Nggak perlu khawatir, kita usaha nernak lagi, “ tuturnya.

Setelah meneriakkan yel-yel, ratusan burung tersebut langsung dilepas ke alam bebas. Di setiap kaki burung, kebetulan sudah terpasang ring, sehingga bisa menjadi penanda. Tontonan menarik ini, sempat menyedot perhatian para pengunjung Alun-Alun.

Agus Rohmadi menambahkan PMPL sudah pernah melepas burung Merpati di wilayah Lasem, Rembang, Mantingan – Kecamatan Bulu, Sumber, bahkan dari Jatirogo, Jawa Timur yang berjarak 40 an kilo meter dengan posisi kandang.

Kalau area lokal Kabupaten Rembang, rata-rata burung bisa kembali ke kandang paling lama 1 hari. Tapi jika jaraknya jauh, di Jatirogo – Jawa Timur, burung kembali sekira 2 hari. Cepat lambatnya tergantung kualitas burung.

“Kalau turunan burung yang bagus, 1 hari bisa balik. Tapi saat dari Jatirogo itu, butuh waktu 2 hari, “ bebernya.

Menurut Agus, burung Merpati memang memiliki keunikan tersendiri. Kenapa bisa pulang ke kandang, karena daya ingat Merpati yang luar biasa. Pathokan Merpati adalah arah matahari. Selain itu, daya penciuman Merpati sangat kuat. Mereka mampu mendeteksi lokasi dengan tepat, lantaran mencium aroma kotoran Merpati di dalam kandang dari jarak jauh.

Posisi kandang Merpati pun disesuaikan. Ada lorong khusus untuk masuknya Merpati dari luar. Tapi kalau dari dalam kandang, melewati pintu yang berbeda.

“Saya tahu ilmu ini dari senior saya di Kudus. Waktu awal-awal belajar ya heran juga. Ternyata memang benar, Merpati itu burung yang unik banget, “ pungkasnya.

Ibarat manusia, kecerdasan Merpati juga membutuhkan sentuhan latihan. Mereka dilepas pada jarak dekat terlebih dahulu, sekira 5 kilo meter, kemudian meningkat 10 Km dan begitu seterusnya. 1 burung turunan juara, umumnya bisa laku diatas Rp 2 Juta.

Namun khusus Perhimpunan Merpati Pos Lasem (PMPL) ini tidak menonjolkan sistem jual beli. Melainkan semata-mata ingin meningkatkan tali persaudaraan sesama pecinta burung Merpati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan