Dua Masalah Yang Langsung Menghadang Hafidz – Hanies
Kantor Bupati Rembang.
Kantor Bupati Rembang.

Rembang – Di awal-awal menjabat, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Mochamad Hanies Cholil Barro’ langsung menghadapi sejumlah kendala.

Saat rapat pengarahan di lantai IV Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Rembang, hari Kamis (04 Maret 2021), Bupati mengungkap 2 hal pokok yang menghadang.

Pertama, terkait banyaknya jabatan kosong. Total ada 63 posisi. Mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), kepala dinas/instansi hingga jabatan sekelas kepala bidang maupun kepala seksi. Bupati dan Wakil Bupati tidak bisa langsung melantik pejabat definitif, tetapi harus menunggu sampai 6 bulan setelah dirinya dilantik tanggal 26 Februari 2021 lalu.

“6 bulan kemudian sejak saya dilantik, baru bisa, “ paparnya.

Termasuk posisi Sekda, sebenarnya ia sudah lama memerintahkan Penjabat Sekda untuk memproses pengisian. Namun belakangan muncul Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri yang mengarahkan agar proses pengisian Sekda dilakukan setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati.

“Bukan kami mengolor-olor, saya sudah turunkan disposisi untuk segera diproses, “ tegas Bupati.

Selain banyaknya jabatan kosong, Hafidz menyebut masalah keuangan juga menjadi perhatian. Mengingat ada Peraturan Menteri Keuangan yang memerintahkan pengalihan (refocusing) anggaran, untuk penanganan Covid-19. Di Kabupaten Rembang, perkiraan mencapai Rp 96 Miliar. Padahal APBD sudah ditetapkan.

Ia khawatir nantinya akan memicu gejolak di tengah organisasi perangkat daerah (OPD) maupun masyarakat. Disamping berdampak pada sisi teknis, administratif maupun dampak psikologis.

“Ketika pak PJ Sekda paparan tadi, saya langsung shock. Bayangkan, anggaran sudah didistribusikan ke masing-masing OPD, tiba-tiba bu Sri Mulyani mengatakan awas kalau tidak dilaksanakan, kira-kira begitu. 96 M yang harus kita refocusing untuk penanganan Covid-19. Ini harus ada pembahasan komprehensif, “ terang Bupati.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ memohon do’a dan dukungan dari jajaran birokrasi, agar dirinya mampu optimal membantu Bupati, dalam mewujudkan visi misi menuju Rembang Gemilang.

“Semoga saya bisa mengemban tanggung jawab amanah ini dengan baik dan turut serta mewujudkan Rembang Gemilang. Gemati, gampil lan gamblang, “ kata Gus Hanies. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *